Mantan Ketua Gerindra Nyaleg di PKS – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Mantan Ketua Gerindra Nyaleg di PKS

Isradi Zainal
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Perhelatan pesta demokrasi pemilihan legislatif (Pileg) 2019 mendatang memiliki banyak kejutan. Selain akan diisi anak muda juga diwarnai kepindahan sejumlah kader ke partai lain.
Isradi Zainal salah satunya, mantan Ketua DPC Gerindra Bulukumba ini akan maju bertarung ke senayan dengan mengendarai partai keadilan sejahtera (PKS). Ia mengaku kepindahannya dari Gerindra bukan disebabkan adanya masalah atau kisruh diinternalnya.
“Tidak ada masalah dengan Gerindra hubungan tetap humanis. Ini soal pilihan politik saja,” jelasnya, Jumat 20 Juli 2018.
Menurutnya, meski pernah menjabat sebagai ketua Gerindra Bulukumba, dengan lama pengabdian, selama 6 tahun, tak membuat dirinya ngotot untuk memenuhi hasrat politiknya di Gerindra. Bahkan hingga detik terakhir dirinya masih ingin bernuat untuk Gerindra dengan jalan maju DPR RI menuju senayan, namun ibarat kapal rupanya muatan sudah penuh sehingga memutuskan dirinya untuk menggunakan kapal yang bisa mengantar dirinya ke Senayan.
“Saya mengabdi di Partai Gerindra tanpa Pamrih, bahkkan mengeluarkan dana pribadi untuk membesarkan Partai dari 1 kursi menjadi 4, mendukung dengan uang pribadi calon bupati , Gubernur dan Presiden yang didukung Partai, dan tidak 1 sen pun menggunakan uang partai. Karena bagiku berpartai itu adalah ladang amal dan pengabdian,” katanya.
Isradi menejelaskan ada sejumlah hal yang mendorng dirinya maju DPR RI, pertama ia ingin berkontribusi dan menjadi bagian yang ikut memajukan kesejahteraau umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, indonesia dan dunia yang lebih damai, serta indonesia yang lebih adil dan lahirnya persatuan umat serta bangsa demi keutuhan NKRI. Selain itu majunya ia di Senayan karena terinsipirasi oleh tiga tokoh berpengaruh, yaitu Presiden Turki, Erdogan, Pakar Tata Negara Yusril Ihzamahendra dan Ustad Abdul Somad.
“Erdogan bilang semua yang punya bakat dan punya kemampuan untuk membangun bangsa wajib maju di pileg dan pilkada agar Dewan tidak dipenuhi oleh mereka yang tidak terlalu mampu dan hanya punya keinginan pribadi dan bisnis, laku Yusril menginspirasi agar mereka yang punya kemampuan agar tidak menjauhi politik. Kemudian Ustad somad menginspirasi agar ummat maju untuk kemaslahat umat , tidak pake money politik dan menjadi rahmatan lilalamin khususnya kebaikan bagi bangsa dan negara,” paparnya.
Terakhir Izradi mengaku ia memilih PKS sebagai kendaraan ke Senayan, karena ia melihat PKS memberi ruang yang tidak berbelit belit juga sekaligus PKS adalah ruang peribadatan baginya untuk kehidupan dunia dan akhirat. Untuk di Pileg nantinya, Isradi maju di daerah pemilihan Sulsel I meliputi Makassar, Giwa, Takalar, jeneponto Bantaeng dan Selayar.
“Bagi semua daerah di Sulsel kampungku, saya orang Bulukumba , sinjai, wajo , Bantaeng dan Makassar juga Gowa. Kan saya pernah jadi calon wakil walikota 2013, masih banyak simpul pemilih yang menghendaki saya maju pada kontestasi politik,” paparnya.
Sementara itu, mantan koleganya di Gerindra, yang juga sekreteris DPC Gerindra Bulukumba, H Patudangi Azis mengaku enggan berkomentar banyak atas informasi kepindahan Izradi Zainal yang maju caleg di PKS. Meski begitu ia menilai hal tersebut adalah hak politik yang harus di hormati.
“Beliau mantan ketua saya di partai gerindra, beliau guru politik saya dan beliau pulah menberikan saya ruang untuk mencaleg 2014.terkait masuknya di PKS, itu hak pak isradi, sikap pak isradi sangat jelas pilih PKS dengan konsekwensi harus mundur dari partai sebelumnya, tapi sebelum DCS di tetapkan KPU menjadi DCT saya belum yakin,” katanya. (faj/ris/B)
————-

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!