KPU Dinilai Mengkebiri Hak Demokrasi – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

KPU Dinilai Mengkebiri Hak Demokrasi

H M A Juharta
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai telah mengkebiri hak demokrasi, atas diberlakukannya PKPU yang melarang eks narapidana Korupsi untuk ikut dalam pentas Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.
Hal itu diutarakan, HM A Juharta, yang di TMS-kan KPU lantaran merupakan eks Narapidana Korupsi. Menurutnya, aturan PKPU tersebut bertentengan dengan UU dasar 1945 juga putusan MK No 42,/PPU-XII/2015 fan putusan MK no 4 PPU VII 2009, dimana dalam putusan tersebut berisi mantan narapidana boleh mencalonkan dengan syarat telah selesai menjalankan masa tahanannya minimal 5 tahun atau lebih, wajib menyampaikan dipublik dengan memuat di koran nasional atau lokal dan bukan merupakan napi dengan kejahatan yang berulang ulang.
“Nah syarat ini sudah semua saya penuhi. Yang saya sayangkan karena KPU diberikan kewenangan mengeksekusi hak politik seseorang tanpa melalui proses peradilan dan ini melanggar hak asasi yang dijamin oleh UU,” terangnya.
Juharta mengatakan, seharusnya KPU tetap menerima berkas miliknya. Pasalnya, saat ini masih berlangsung gugatan ke Mahkamah Agung atas PKPU tersebut. Ia menilai PKPU tersebut belumlah bersifat final, sehingga tak ada alasan KPU untuk menolak. Ia mencontohkan ada terkait partai yang dinyatakan tidak bersyarat, seperti PBB dan PKPI, namun keduanya dinyatakan lolos setelah dilakukan gugatan melalui Panwaslu dan PTUN.
“Belum lagi berdasarkan rapat antara lembaga KPU, DPR Bawaslu dan Menteri Dalam Negeri, bahwa semua diterima sampai menunggu putusan MA atas gugatan PKPU yang dinilai bertentangan dangan UU dan putusan MK. Tapi kan nyatanya KPU tidak menjakankan itu,” tambahnya.
Lebih lanjut, mantan Anggota DPRD Bulukumba ini menjelaskan, bila PKPU disesuaikan dengan Beleid Pasal 240 Ayat 1 huruf g Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, mantan napi korupsi tidak masuk dalam daftar yang dilarang menggunakan hak politiknya untuk pencalegan, selama hak politik mereka tidak dicabut oleh vonis hakim yang berkeputusan Inkrah.
“Pasal 240 Ayat 1 huruf g, seorang mantan narapidana yang telah menjalani masa hukuman selama lima tahun atau lebih boleh mencalonkan diri selama yang bersangkutan mengumumkan kepada publik secara jujur dan terbuka bahwa dirinya pernah berstatus sebagai narapidana, kami tunggu putusan MA dulu, kami juga berencana akan melakukan gugatan melakui Panwaslu,”tegasnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Bulukumba, yang dihubungi Radar Selatan, Wawan Kurniawan mengatakan, pihaknya tetap meng TMS kan tiga bacaleg berdasarkan regulasi yang ada. Menurutnya apa yang disampaikan itu belumlah menjadi rujukan untuk mengubah. Kecuali, jika ada keputusan melalui surat edaran yang mengiringi juga norma hukum yang baru, bisa saja memungkinkan terjadi perubahan.
“Soal keputusan MK kami belum menerima salinan dan informasi itu. Kemudian UU No 7 tahun 2017 berlaku untuk pidana umum lainnya. Jadi, ada perlakuan yang berbeda untuk kasus korupsi,bandar narkoba,dan kejahatan seksual di bawah umur,” jelasnya.
Terpisah, Ketua Partai Berkarya, A Muttamar Mattotorang, menanggapi dingin dan ikhlas atas berkas miliknya yang dinyatakan TMS. Menurutnya, proses yang berlangsung harus dihormati. Yang pasti lanjut dia, usaha dalam memperbaiki peradaban melalui jalan politik telah ia tempuh.
“Biarlah mengalir sepert air dimanapun ujung pangkalnya apapun hasilnya saya terim , bagi saya tidak jadi soal saya hanya berharap kepada Allah apapun keputusan Allah itulah yang terbaik. Boleh saja engkau mendapatkan sesuatu yg baik padahal itu tdk baik bagimu, boleh saja engkau mendapatkan sesuatu yg tdk baik padahal itu baik bagimu, Allah yang mengetahui sedang kamu tidak mengetahui,”jawab Andi Muttamar.
Sedang satunya lagi yang masuk dalam TMS, Arkam Buhari yang dikonfirmasi enggan memberikan komentar, pesan Whastapp yang dikiirmkan ke nomornya tak dijawab hingga berita ini diterbitkan. (*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!