PAUD Gowa Akan Lauching Gerakan Stop Kekerasan Terhadap Anak – Radar Selatan

Radar Selatan

Gowa

PAUD Gowa Akan Lauching Gerakan Stop Kekerasan Terhadap Anak

GOWA, RADAR SELATAN.CO.ID –Dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli ini, Bunda PAUD Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan mendapat kehormatan sebagai narasumber pada salah satu program TV lokal di Sulsel, Senin (23/7).

Kehadiran Priska ini terkait kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa bekerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) dan Forum Anak Kabupaten Gowa yang akan melaunching Gerakan Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Pernikahan Usia Dini pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Kabupaten Gowa pada 30 Juli mendatang.

“Kami bersyukur bisa hadir disini bersama LBH APIK dan Forum Anak Kabupaten Gowa untuk bersama-sama mencari solusi bagaimana kita bisa meminimalisir tindakan kekerasan terhadap anak dan pernikahan usia anak yang terjadi di Sulsel khususnya di Kabupaten Gowa,” kata Priska dihadapan Direktur LBH APIK Makassar, Rosmawati Sain dan Perwakilan Forum Anak Kabupaten Gowa, Hasmita Nurzakiah.

Priska Adnan menjelaskan,
Forum Anak Kabupaten Gowa dibentuk sebagai wadah bagi para anak di Kabupaten Gowa untuk dapat menyampaikan aspirasi mereka terhadap berbagai hal seperti pemerintahan dan lingkungannya.

“Di Gowa kami juga menggelar Musrenbang Anak untuk membahas apa saja yang kira-kira anak-anak akan lakukan dan dicapai bahkan mereka juga menampilkan kreatifitas mereka masing-masing, bahkan Forum Anak Kabupaten Gowa ini telah meraih penghargaan sebagai Forum Anak Terbaik Se-Sulsel dan Terbaik Se-Indonesia,” jelas Bunda PAUD Kabupaten Gowa ini yang hadir didampingi Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa, Ari Syafardini dan Kepala Bagian Umum Setkab Gowa, Andi Tenriwati Tahri.

Sementara itu, Direktur LBH APIK Makassar, Rosmiati Sain mengatakan, maraknya pernikahan anak tidak hanya di Gowa tapi merata di Sulsel karena ini merupakan turun temurun yang dilakukan. “Faktor utama terjadinya hal ini adalah kurangnya kepeduliaan terhadap anak, ini harusnya menjadi perhatian penting bagi para orang tua dan pihak-pihak terkait,” katanya.(*) Hendra.

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!