Orang Tua Murid Protes Sistem PPDB di SDN 2 Terang-Terang – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Orang Tua Murid Protes Sistem PPDB di SDN 2 Terang-Terang

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  – Evina, warga Jalan Sam Ratulangi Bulukumba protes dengan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SDN 2 Terang-Terang. Pasalnya, putrinya, yang didaftarkan di sekolah tersebut dengan nomor formulir nomor 1 hanya dimasukkan dalam list cadangan. Itupun saat pengumuman di SD tersebut, putri Evina satu-satunya cadangan.
“Saat pengambilan formulir, suami saya sudah ada di sekolah pukul 05.00 subuh. Sekolah belum buka, masih gelap , tapi kami bersemangat sekali demi anak,” ujarnya.
Usaha Evina dan suaminya berbuah hasil. Mereka berhasil mendapatkan nomor urut 1 dengan penuh perjuangan. “Saling serobot karena formulir yang disiapkan cuma 30,” kata Evina saat berkunjung di redaksi RADAR SELATAN, kemarin.
Bahkan saat itu PLT Kepsek SDN 2 Terang-terang, Jusniar SPd menyampaikan kepada semua orang tua murid yang hadir bahwa tidak usah mengambil formulir di sekolah lain karena anak-anak yang sudah mendapatkan formulir, 99 lulus.
Saat itulah Evina berbesar hati anaknya akan diterima. Apalagi tahapan wawancara putrinya juga berjalan lancar. Tapi harapan Evina runtuh begitu nama putrinya ada daftar cadangan. Satu-satunya cadangan dari semua nama yang muncul di papan pengumuman.
“Saat itu saya sudah mulai bertanya-tanya kenapa bisa masuk dalam daftar cadangan. Tapi saya hanya disuruh menunggu,” ujar Evina. Akibatnya, sang anak tidak bersekolah selama 10 hari dan secara psikologis terganggu karena minder dengan teman-teman sebayanya.
Evina tidak menyerah. Pada 14 Juli, ia mendatangi rumah Jusniar dan kembali mempertanyakan nasib sang putri. “Saya bertanya lagi kenapa kasian cadangan? Trus dijawab bagus ji itu cadangan daripada nda lulus,” ungkap Evina.
Demi sang buah hati Evina memilih bertahan dan bersabar. Sampai akhirnya Jusniar memintanya ke SDN 221 untuk meminta rekomendasi. “ Hari Senin saya ditelpon sama bu kepsek dan saat itu ia baru menyatakan tidak bisa menerima si anak karena semua kelas sudah full. Masing-masing kelas telah diisi 28 orang.”
Evina sebenarnya sudah pasrah dan mulai mencari sekolah yang bisa menerima sang putri. “Yang saya tidak bisa terima karena saya merasa dalam tekanan. Ada bahasa seperti ini. Kalau saya membawa masalah ini ke media maka pihak sekolah tidak akan keluarkan rekomendasi,” terangnya.
Evina berharap apa yang dialaminya tidak dialami anak-anak lain di Bulukumba. “Saya malah berterima kasih dan memberi apresiasi kepada SDN 171 yang memberi ruang kami dan bisa menerima anak-anak kami bersekolah,” terangnya.
Sementara PLT Kepala SD Negeri 2 Terang-Terang, Jusniar menyampaikan prosedur atau persyarataan penerimaan siswa baru, yakni cukup umur (tujuh tahun) dibuktikan dengan akta atau surat keterangan lahir dari pihak yang berwenang, dan zonasi (jarak) yang terapkan apabila melebihi kuota yang diperuntukkan.

“Kuota ditentukan masing-masing sekolah, namun tetap mengikut pada sistem dapodik per kelas 28 siswa,” ungkapnya, seperti dimuat RADAR SELATAN, 21 Juli 2018.
Jusniar menjelaskan karena sekolah kekurangan ruang kelas, maka dalam proses belajar mengajar saat ini untuk kelas satu dan dua, pihaknya paralelkan atau bergantian.
“Kami dalam proses penerimaan siswa baru juga sesuaikan dengan fasilitas yang ada di sekolah seperti ruang kelas, dan juga memikirkan sekolah lain apabila kami menampung semua yang mendaftar maka sekolah lain tidak akan kebagian,” jelasnya.

Lanjutnya, adapun jumlah siswa saat ini, dari kelas satu hingga kelas enam, yakni sebanyak 547 murid. (sum)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!