Sepuluh Atlet Bulukumba Bawa Obor Asian Games 2018 – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Sepuluh Atlet Bulukumba Bawa Obor Asian Games 2018

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Sebanyak 14 orang dijadwalkan membawar obor pada Torch Relay Asean Games 2018. Sepuluh di antaranya atlet asal Bulukumba dan tiga orang dari Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC), dan satu orang dari sponsor.
Para atlet memantapkan latihan pada apel kesiapan yang digelar di Islamic Center Dato Tiro (ICDT) Bulukumba sebagai titik pertama api abadi akan dibawa berlari.
Seksi perlengkapan pada kepanitiaan Torch Relay di Bulukumba, Burhanuddin membeberkan, 10 atlet yang terlibat pada kegiatan olahraga terbesar di Asia itu diambil dari empat cabang olahraga. Masing-masing karate ada empat orang, yakni Iryadi Said Umar, Andi Palilingi, Selviantiani dan Delfiantiani.
Kemudian pancak silat yakni Ita Masita dan Asri Irsandy. Dari Tenis Meja yakni Fitri Nabelita dan Alfian. Dari Atletik yakni Syamsuddin dan Selvi.
“Ada lima perempuan dan lima laki-laki dari atlet yang kita pilih. Mereka tidak sekedar ditunjuk tapi memenuhi kualifikasi dan masih terdaftar sebagai atlet Bulukumba,” ujar Kepala Bidang Peningkatan Prestasi di Dinas Pemuda dan Olahraga itu.
Atlet yang dipilih itu, lanjut Burhanuddin, merupakan dari berbagai kejuaraan nasional dan daerah. Terpenting, mereka siap secara fisik, aktif, dan masih terdaftar di KONI dan OPD terkait. Untuk persiapan, mereka beberapa kali pertemuan mengikuti rapat teknis pelaksanaan kegiatan dan latihan.
“Mereka akan membawa obor secara berganting sesuai rute penugasan masing-masing,” katanya.
Tiga orang dari INASGOC yaitu Mario Lawalata (aktor), Minarti Timur (mantan pebulutangkis nasional), dan Rosiana Tendean (mantan pebulutangkis nasional). Sedangkan satu orang yang dipilih dari pihak sponsor untuk pelaksanaan kegiatan di Bulukumba yakni Telkomsel.
Pada pelatihan akhir itu, secara teknis dari INASGOC menjelaskan teknis membawa lari obor. Mulai cara memegang, posisi obor hingga saat pemindahan obor dari satu atlet ke atlet lainnya.
“Obor ini kan bagian atasnya panas jadi yang dipegang bagian bawah kemudian posisinya jangan sejajar dengan wajah karena itu bisa mengganggu, kan panas,” jelas Dewa dari INASGOC.
Atlet yang terlibat, Andi Palilingi mengaku sangat bangga dan bersyukur bisa terlibat langsung dengan kegiatan yang baru ke dua kalinya di gelar di Indonesia, dan pertama kalinya di Bulukumba. Karenanya, dia tak pernah melewatkan pertemuan dan rutin komunikasi dengan pihak terkait dan sesama atlet yang terlibat.
Dari sejarah api untuk obor Asean Games itu, lanjut Palilingi, merupakan api abadi didatangkan langsung dari India. Dia berharap kegiatan itu menjadi pembakar semangat bagi pemuda Bulukumba untuk terus berkarya khususnya di dunia olahraga.
“Suatu kebanggan tentunya bisa terlibat langsung. Mudah-mudahan kita sebagai pemuda Bulukuma bisa terus menularkan semangat dengan ditunjuknya Bulukumba sebagai titik torch relay,” katanya.
Senada dikatakan Iryadi Said Umar. Sebagai pelatih karate di Bulukumba dan merupakan atlet aktif merasa tersanjung diberikan kesempatan untuk ikut membawa obor.(*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!