Kaum Millenial di Pusaran Politik – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Kaum Millenial di Pusaran Politik

Irwan Ali   Direktur Lingkar Data Indonesia
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Wajah baru bakal meramaikan Pileg 2019 mendatang khususnya di Kabupaten Bulukumba. Dari 581 bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang terdaftar di KPU, sekira dua puluh persen di antaranya merupakan kalangan muda (millenial).
Dari penulusuran RADAR SELATAN, hampir seluruh partai peserta Pemilu 2019 diisi figur muda yang akan bertarung memperebutkan kursi di DPRD Kabupaten Bulukumba. Salah satunya Partai Golkar yang mendaftarkan 20 bacaleg berusia muda.
“Ada 20 bacaleg saya usian 40 tahun ke bawah. Yang paling muda itu, Randy Yusuf, usianya baru 25 tahun. Dia akan bertarung di Dapil 3, Herlang, Kajang, dan Bontotiro,” ungkap Ketua DPD II Golkar Bulukumba, Andi Hamzah Pangki, Selasa 31 Juli 2018, kemarin.
Sementara di Partai Amanat Nasional (PAN), tercatat 30 persen atau 15 orang dari keseluruhan bacalegnya adalah kaum muda. Jumlah tersebut diakui, Ketua DPD II PAN Bulukumba, Andi Zulkarnain Pangki, lebih banyak dari pada Pileg 2014 lalu.
“Pelibatan anak muda bukan lagi menjadi hal yang tabu, pemuda itu justru memiliki potensi yang lebih. Mereka energik, rasa ingin tahunya tinggi, semangat bertarungnya luar biasa,” ucap Wakil Ketua II DPRD Bulukumba ini.
Begitupun di Partai Hanura. Partai besutan Wiranto ini juga diisi hampir 18 bacaleg muda dari total 40 bacaleg yang terdaftar di KPU. “Ada 18 orang dengan kategori anak muda. Yang paling muda Apriana umurnya 23 tahun. Dia maju di Dapil Gantarang-Kindang,” kata Muh.  Zabir Ikbal, Ketua DPC Hanura Bulukumba.
Sementara di Partai Nasional Demokrat (NasDem) ada 14 bacaleg muda yang ikut bertarung. “Yang paling muda itu Fitria Hardiyati Suwardi. Dia masih berstatus mahasiswa, usianya 21 tahun akan maju di Dapil Ujungloe, Ujungbulu dan Bontobahari,” ungkap Sekretaris DPD Nasdem Bulukumba, Imran.
Begitupun di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mendaftarkan 14 bacaleg milenialnya di KPU. Menurut Ketua DPC PKB Bulukumba, Fahidin HDK, keberadaan kaum muda merupakan sebuah kemajuan demokrasi.
Diakuinya, bagi anak muda yang selama ini intens melakukan gerakan dan pendamingan sosial harus lebih berani mengambil langkah dalam mengawal aspirasi masyarkat. “Yah salah satunya masuk dalam sistem, kawal kebijakan pro rakyat melalui parlemen,” ujar anggota DPRD Bulukumba ini.
Tak ketinggalan Partai Bulan Bintang (PBB) yang juga diramaikan bacaleg muda. “Kalau di PBB ada 10 orang baceleg yang usia muda. Kami sangat mengapresiasi karena anak muda sudah bergerak lebih maju dalam memantaskan diri diruang publik,” ujar Ketua DPC PBB, H Safiuddin yang kini duduk di DPRD Bulukumba.
Menjawab fenomena ini, pengamat politik yang juga Direktur Lingkar Data Indonesia, Irwan Ali berpandangan, banyaknya anak muda yang terjun ke gelanggang politik merupakan kabar yang menggembirakan.
“Memang sudah seharusnya begitu. Cepat atau lambat, estafet kepemimpinan lokal maupun nasional pada akhirnya akan sampai juga ke tangan anak muda. Maka ketika pemuda menjemput bola itu kabar baik,” katanya.
Hanya saja pertanyaan pentingnya, sudah cukuplah bekal kekuatan pemuda saat menjajal gelanggang politik tersebut? “Saya kira di sinilah tantangannya. Mampukah pemuda meyakinkan pemilih? Jawaban atas pertanyaan ini sangat tergantung pada bagaimana sesungguhnya pemuda mempersiapkan diri. Mereka setidaknya harus bisa menemukan nilai posisi tawar agar terlihat layak di mata pemilih,” katanya.
Tidak sampai di situ, menuru Irwan, tantangan berikutnya jika pemuda terpilih pada pemilu nanti. Disadari atau tidak bahwa ada beban berat yg sedang menunggu kiprah pemuda di parlemen.
Beban yang dimaksud adalah mereka harus mampu menjadi lokomotif perubahan, minimal tercipta keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Apalagi sejarah telah mendaulat pemuda sebagai kelompok paling unggul dalam masyarakat.
“Maka, mengamini apa kata sejarah berarti masyarakat menitip sekantong espektasi di pundak pemuda. Jika gagal merawat espektasi masyarakat, maka itu tidak hanya mengecewakan tapi juga akan kehilangan milai unggul di mata masyarakat. (Fajar)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!