Dana Pajak Ratusan Warga Jojjolo Diduga Digelapkan – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Dana Pajak Ratusan Warga Jojjolo Diduga Digelapkan

Anggota DPRD Bulukumba Muh Jufri, saat menyerahkan bundel data warga Jojjolo soal pembayaran PBB
BULUKUMBA, RADAR SELATAN .CO.ID – Sejumlah masyarakat Desa Jojjolo, Kecamatan Bulukumpa, mendatangi Polres Bulukumba, Rabu 1 Agustus kemarin. Mereka mengadukan dugaan penggelapan dana Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ratusan warga lainnya tahun 2009 dan 2014.
Anggota DPRD Bulukumba, Muh. Jufri yang mendampingi warga mengatakan, pengaduan tersebut merupakan tindak lanjut atas dugaan penggelapan anggaran PBB di Desa Jojjolo. Hanya saja, aduan tersebut belum secara resmi sebagai laporan polisi karena pihak yang dilaporkan juga belum jelas.
“Kami sudah serahkan sejumlah dokumen ke polisi. Ini masih bersifat aduan. Biarkan ini jadi pintu masuk polisi untuk mendalami ini. Kami belum bisa menuduh siapa pihak yang bertanggung jawab. Hanya kita mau tahu dimana dana PBB warga yang sudah disetor selama ini,” jelasnya dihubungi, Rabu 1 Agustus 2018, kemarin.
Jufri yang juga Ketua Badan Kehormatan DPRD Bulukumba ini menjelaskan, aduan tersebut bermula adanya rilis daftar nama-nama warga penunggak PBB oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Bulukumba. Dalam daftar tersebut terdapat ratusan nama warga Desa Jojjolo, masing-masing tahun 2009 ada 400 warga dan tahun 2014 ada 500 lebih warga.
“Termasuk saya juga. Dalam rilis itu nama saya juga ada, padahal sudah membayar dan ada bukti. Lalu kenapa dirilis itu menyebutkan kami belum bayar. Pertanyaanya, dimana uang warga. Kasihan warga kalau begini, dan tidak menutup kemungkinan di daerah lain di Bulukumba, juga terjadi hal yang sama. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.
Melihat besarnya jumlah uang yang diduga hilang, Jufri mendesak polisi melakukan penyelidikan. Dia juga meminta Dispenda lebih massif melakukan sosialisasi terkait tunggakan PBB masyarakat.
“Kalau kasus di Jojjolo itu pengakuan kolektor sudah dia setor ke bendahara desa, dan katanya juga sudah ada dimasukkan ke Dispenda. Tapi kok masih ada tunggakan, jadi dimana posisi uang masyarakat sekarang. Ini Harus diusut,” pintanya.
Sementara itu, Wakapolres Bulukumba, Kompol Syarifuddin yang menerima langsung aduan masyarakat tersebut, masih enggan berkomentar jauh. Pihaknya masih akan mengkaji dan menelaah dokumen yang diserahkan warga tersebut.
“Kita baru mau menelusuri dulu kebenaran aduan ini, kita belum bisa berkesimpulan. Tapi intinya semua aduan atau laporan masyarkaat yang kami terima itu wajib ditindaklanjuti, terserah hasil prosesnya nanti seperti apa,” singkatnya.
Terpisah, Kepala Dispenda Bulukumba, Andi Sufardiman yang dikonrirmasi menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan perbaikan sistem pembayaran PBB. Wajib pajak harus menyelesaikan seluruh pajak yang tertunggak selama ini.
“Karena kita juga dibebeni juga beban pajak, makanya untuk 2018 kita setop dulu, kita perbaiki dan maksimalkan dulu tahun sebelumnya. Nah, efeknya ternyata ketahuan ada masalah dilapangan, ada warga yang mengaku sudah bayar tapi di sistem kami itu tidak tercatat,” jelasnya.
Sufardiman mengaku mendukung penuh langkah warga melaporkan dugaan penyelewengan dana PBB ke polisi. Siapa pun yang terlibat dan terbukti melakukan perbuatan melawan hukum harus diproses.

 

 

 

 

“Justru bagus kalau berproses agar kita tahu nyangkut dimana itu uang. Ini juga upaya bersih-bersih di internal kami, jangan main-main dengan uang rakyat. Kita mau internal kami dulu yang bersih, makanya silahkan polisi menjalankan tugasnya, saya yakin polisi bisa menelusuri ini agar ada titik terang,” tegasnya. (faj/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!