Kapolres: Tambang Ilegal Ibarat Panu – Radar Selatan

Radar Selatan

Hiburan

Kapolres: Tambang Ilegal Ibarat Panu

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID – Tambang ilegal yang masih beroperasi di bantaran Sungai Balangtieng, Desa Lonrong, Kecamatan Ujungloe, juga menjadi persoalan bagi Kepolisian. Menurut Kapolres Bulukumba, AKBP M Anggi Naulifar Siregar, ekplorasi ilegal tersebut ibarat penyakit panu.
Hal ini diungkapkan Anggi saat dimintai tanggapan terkait protes pentai terhadap aktifitas tambang ilegal di wilayah tersebut. Secara hukum, lanjut Anggi, tambang ilegal memang melanggar UU No 4/2019 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).
Namun di sisi lain ada persoalan sosial yang muncul karena tambang menjadi sumber pendapatan masyarakat setempat. “Ini kayak sakit panu, dioles salep panunya pindah lagi. Tambangnya di tutup, eh pindah lokasinya. Alatnya disita beli lagi,” ucapnya, kemarin.
Anggi mengakui, Kepolisian selama ini intens melakukan penertiban tambang ilegal. Namun tidak dipungkiri dalam pelaksanaannya petugas kerap kucing-kucingan dengan para penambang.
Saat tiba di lokasi, tidak ada aktifitas penambangan, namun begitu aparat pergi penambang beroperasi lagi. Polisi juga, kata Anggi, tetap mengedepankan tindakan persuasif dan prinsip kemanusiaan.
“Di sisi lain kita kasihan, mereka hanya penambang pasir cukup untuk makan beberapa hari saja. Kalau kita tutup mereka mau cari kerja apa? Malah kalau mereka tidak kerja kita khawatir justru timbul masalah sosial lainnya,” jelasnya.
Meski begitu, pihaknya tetap mencari formulasi bersama pemerintah agar tata kelola pertambangan di bawah pengawasan yang profesional. “Buktinya kita banyak sita alat tambang, selain itu pembinaan juga terus kita lakukan,” tutupnya.
Terpisah, Anggota DPRD Sulsel, Arum Spink mengaku juga menerima banyak laporan dan keluhan dari masyarakat terkait maraknya tambang ilegal di Bulukumba khususnya di Kecamatan Ujungloe. Menurutnya, tidak ada alasan bagi pihak Kepolisian dan pemerintah daerah tidak menghentikan eksplorasi ilegal ini.
“Saya akan sampaikan ke provinsi juga untuk mencari formulasi soal ini. Kasus ini begitu pelik sekali, di sisi lain soal kehidupan, di sisi lain juga soal keberlangsungan lingkungan untuk anak cucu kita nanti,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan hektare sawah di Desa Lonrong dan Desa Balong, Kecamatan Ujungloe, terancam gagal panen akibat kekurangan pasokan air. Hal ini disebabkan rusaknya irigasi induk akibat aktifitas tambang ilegal di wilayah tersebut.
Sungai Balangtieng yang menjadi sumber air petani setempat, menjadi objek eksplorasi ilegal yang tidak terkontrol. Bahkan pengerukan sungai telah merambah ke areal persawahan warga. (faj/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!