Mutasi Kepala SMP dan Pengawas, 11 Kepsek Kembali Jadi Guru – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Mutasi Kepala SMP dan Pengawas, 11 Kepsek Kembali Jadi Guru

BULUKUMBA,  RADAR SELATAN.CO.ID  — Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto melantik dan mengambil sumpah jabatan 82 kepala SMP, dan pengawas sekolah, Rabu 8 Agustus. Prosesi pelantikan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba.
Dari daftar nama pejabat kepala sekolah yang dimutasi, diketahui 11 di antaranya dikembalikan menjadi guru bantu. Begitu pun satu pejabat lainnya yang sebelumnya menjabat pengawas sekolah dasar, dikembalikan menjadi guru bantu.
Sementara 16 lainnya merupakan guru biasa yang diangkat menjadi kepala SMP yang sekarang berubah menjadi kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Satuan Pendidikan Formal.
Dalam sambutannya, Tomy mengingatkan kepada seluruh pejabat  yang dilantik, untuk mengemban amanah dan tugas dalam memimpin instansi yang dipimpinnya. Hal itu diejawatahkan dalam bentuk kerja-kerja yang positif dalam mengangkat citra daerah menjadi lebih baik.
“Ini rezeki yang diterima, tapi bagi pemerintah daerah ini adalah tanggung jawab besar, bukan gagahan atau kepentingan prestise. Paling nyata, penting amanah ini bisa dipertanggungjawabkan dengan kerja-kerja nyata dan dampak kehadirian kalian sebagai kepala sekolah atau pengawas,” ucapnya.
Harapan pemerintah, kata Tomy, kepala sekolah tidak berhitung dari besaran dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) yang dikelola, melainkan memanfaatnya untuk kemajuan pendidikan. Bibit yang disemai dalam 10 atau 20 tahun ke depan bukan hanya menjadi generasi yang berhubungan dengan narkotika.
“Penting dicamkan itu. Bapak bupati menitipkan harapan dan kewenangan agar tak ada lagi persoalan sekolah menengah yang sampai pada beliau, kepada saya wakil bupati. Kalau ada persoalan-persoalan yang sampai pada bupati dan wakil bupati untuk apa ada kepala sekolah,” tegasnya.
Tomy mencontohkan kegagagal pimpinan sekolah, misalnya soal hasil UN yang buruk. Pada akhirnya yang dibully adalah pimpinan daerah, dalam hal ini bupati dan wakil bupati. Padahal pimpinan sekolah seharusnya mengambil tanggung jawab atas kegagalan tersebut.
“Waktunya mi untuk membuktikan anda-anda ini orang terbaik tepat dalam memimpin. Visi dan misi penyelenggaraan pemerintahan dalam pendidikan bisa berjalan dimana driver adalah anda semua,” ujarnya.
Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulukumba, Andi Ade Ariyadi mengatakan, berdasarkan data sekira 86 orang yang dimutasi terdiri dari kepala sekolah SMP dan pengawas. Sebagian besar tetap menjabat sebagai kepala sekolah, hanya saja di sekolah yang berbeda.
“Yang dimutasi sesuai daftar dek,” ujarnya usai pelaksanaan pelantikan, kemarin. (jar/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!