Penegak Hukum Diminta Berikan Sanksi Berat Bagi Residivis Narkoba – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Penegak Hukum Diminta Berikan Sanksi Berat Bagi Residivis Narkoba

Sofyan residivis narkoba yang telah tertangkap tiga kali oleh polisi

BULUKUMBA, RADAR SELATAN .CO.ID– Residivis pengedar narkoba di Bulukumba Muh Sofyan Hatta Bin H. Muh Hatta alias Piyan 38, warga Dusun Tanah Cellae, Desa Seppang, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba untuk kali ketiga diciduk polisi.

Informasi yang dihimpun RADAR SELATAN, Sofyan ditangkap pada Jumat, 10 Agustus 2018 malam tepatnya pekan lalu. Di dunia penyalahgunaan narkoba, Sofyan bukan wajah baru, informasi menyebutkan, pria yang akrab disapa Fian ini sebelum dibekuk, terakhir ia pernah berurusan dengan satuan narkoba pada 16 Oktober 2016 lalu, bersama tiga orang pelaku lainnya.

Kasat Narkoba Polres Bulukumba AKP. Aris Sumarsono membeberkan penangkapan pelaku yang ditemukan barang bukti 12 (dua belas) sachet yang berisikan kristal bening yang diduga narkotika golongan I jenis shabu dengan berat kotor 3,5 gram.

Selain ditemukan narkoba jenis sabu-sabu polisi juga mengamankan enam sachet kosong yang diduga bekas narkotika.

“Dia residivis narkoba. Sudah kita amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” Senin, 13 Agustus 2018.

Kasus ini pun menyedot perhatian, salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yakni Forum Pemerhati Masyarakat Sipil, Fahrul berharap penegak hukum memberikan hukuman yang berat lantaran pelaku telah tertangkap untuk kesekian kalinya dengan kasus yang sama.

“Harus dijatuhkan hukuman berat karena dia (pelaku) sudah melakukan perbuatan yang sama berkali-kali, kalau tetap ringan maka tidak ada efek jera,” harapnya.

Kapolres Bulukumba AKBP. Anggi Nualifar Siregar mengatakan, dalam pemberian hukuman atau sanksi, pihaknya tetap mengacu pada pasal perbuatan yang dilanggar pelaku.
Meski begitu, adanya perbuatan berulang yang dilakukan pelaku, menjadi catatan keras bagi pihaknya kepada jaksa untuk merekomendasikan pemberian hukuman yang lebih tinggi.

“Jerat hukum yang kita sangkakan sesuai pelaku lakukan dan bukti yang kita dapatkan. Tapi itu bisa kita kasi catatan kepada jaksa,” jelasnya.

Hal sendaja juga disampaikan, Kasi Pidum Kejari Bulukumba, Muh. Ferdi. Ia menjelaskan, adanya asumsi pihak terkait putusan hakim dan tuntutan jaksa yang dinilai terlalu rendah atau tinggi adalah hak opini seseorang. Hanya saja, menurut dia proses hukum bagi setiap pelanggar pidana sesuai dengan perbuatan yang dilakukan dengan berdasar pada petunjuk dan SOP penuntutan.

“Pengulangan perbuatan (residive) merupakan pertimbangan bagi JPU untuk memperberat atau lebih tinggi hukuman bagi terdakwa,” jelasnya.

Sekadar diketahui, Sofyan alias Fian kembali diamankan Satuan Reskrim Narkoba pada Jumat, 10 Agustus 2018 lalu di jalan Garuda, Caile. Saat diamankan polisi menemukan 12 sachet yang diduga narkoba. (faj/has/B)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!