Terikat Utang, Bacaleg Hanura Disoal – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Terikat Utang, Bacaleg Hanura Disoal

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Pascapengumuman Daftar Calon Sementara (DCS) anggota legislatif DPRD Bulukumba, komplain mulai bermunculan. Salah satunya bakal caleg dari Partai Hanura untuk daerah pemilihan Bulukumpa-Rilau Ale, Imran Hasan.
Wakil Direktur Radar Selatan, Amiruddin Makka mengungkapkan, pihakya keberatan dengan lolosnya Imran Hasan dalam DCS yang dimumkan KPU Bulukumba, Senin 13 Agustus lalu. Pasalnya, pada masa sanggahan pihaknya telah menyampaikan sanggahan secara tertulis terkait keterlibatan Imran Hasan dalam kasus utang piutang.
“Dia (Imaran Hasan, red) masih berkasus di polisi, terkait utang piutang. Mestinya itu jadi petimbangan oleh KPU untuk mengkaji. Kita khawatir orang yang seperti itu ketika duduk di DPRD tidak amanah. Tanggung jawab atas dirinya sendiri tidak penuhi apalagi kepada orang banyak,” bebernya.
Amiruddin menjelaskan, Imran Hasan masih terlibat utang piutang sebesar Rp 40 juta dengan Harian Radar Selatan. Kasus ini telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.
“Tidak ada itikad baiknya untuk menyelesaikan itu. Kalau orang seperti ini duduk di DPRD, entah apa yang dia lakukan nantinya,” ketusnya.
Komisioner KPU Bulukumba, Wawan Kurniawan yang ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, pihaknya tak memiliki alasan kuat untuk tidak meloloskan Imran Hasan. Menurutnya, kasus yang melilit bacalag tersebut masih berporses dan belum berkekuatan hukum tetap.
“Bahkan yang inkrah saja itu masih bisa, selama syarat pencalonan dipenuhi. Kecuali yang tiga itu, sebagaimana diatur dalam PKPU Nomor 20 Tahun 2018, yakni bandar narkoba, kasus korupsi, dan kejahatan seksual terhadap anak. Apalagi kalau ini masih berproses di polisi,” jelasnya.
Terpisah, Ketua DPC Hanura Bulukumba, Muh. Zabir Ikbal mengakui telah menerima surat pemberitahuan dari Harian Radar Selatan terkait kasus yang melilit salah satu bacalegnya. Namun proses pencalonan saat ini merupakan ranah KPU.
“Yang pasti ini akan kita mediasi dan carikan solusinya seperti apa. Dia (Imran Hasan, red) pernah bilang ke saya katanya mau bicarakan masalah ini ke pihak Radar. Saya akan coba fasilitasi,” kuncinya.
Imran Hasan sendiri sebelumnya pernah bekerja dari Harian Radar Selatan sebagai agen sekaligus reporter yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Selayar. Namun puluhan juta uang pelanggan dan iklan sponsor tidak disetorkan ke perusahaan. Beberapa kali janji untuk melunasi utangnya tidak direalisasikan, hingga akhirnya pihak perusahaan melaporkan kasus ini ke polisi. (faj/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!