123 Napi Narkoba Nikmati Remisi Hari Kemerdekaan – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

123 Napi Narkoba Nikmati Remisi Hari Kemerdekaan

Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali menyerahkan surat keputusan pemberian remisi kepada perwakilan narapidana di Lapas Kelas IIA Taccorong, kemarin. Sebanyak 199 napi menerima pengurangan hukuman, 123 di antaranya napi kasus narkoba
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Sebanyak 199 dari 341 narapidana (napi) Lembaga Permasyrakatan (Lapas) Kelas IIA Taccorong Bulukumba, mendapatkan remisi pada peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat, 17 Agustus 2018. Sebagian besar penerima remisi merupakan napi kasus penyalahgunaan narkoba sebanyak 123 orang.
Kepala Lapas Taccorong, Heru Sutiono menjelaskan, dari 199 napi penerima pengurangan masa tahanan, satu di antaranya langsung bebas. Pemberian remisi tersebut sebagai motivasi bagi seluruh napi agar berkelakuan baik dan menunjukkan sikap terpuji secara berkesenimbungan selama menghuni lapas hingga kembali ke masyarakat.
“Ini merupakan hadiah bagi napi yang menunjukkan sikap yang baik selama menjalani hukuman. Ini juga menjadi motivasi bagi narapidana lainnya yang belum bersyarat menerima remisi,” terangnya, Jumat 17 Agustus 2018.
Khusus narapidana yang dinyatakan bebas, lanjut Heru, merupakan narapida kasus pencurian. Remisi bebas diberikan setalah bersyarat secara hukum untuk dibebaskan pada hari kemerdekaan ini.
“Setelah mendapat remisi napi itu sudah bersyarat untuk bebas, karena remisi yang diberikan bertepatan dengan selesainya masa hukuman,” jelasnya.
Heru menjelaskan, banyaknya napi narkoba yang mendapat remisi karena Lapas Taccorong saat ini didominasi kasus penyelahgunaan narkoba. Mekanisme pemberian remisi sudah sangat transparan dan sudah berbasis sistem yang mendayagunakan teknologi informasi melalui aplikasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 3 tahun 2018.
“Kalau napi teroris dan korupsi tidak ada. Hanya narkoba dan pidana umum lainnya saja. Kalau ditanya kenapa kasus narkoba dapat remisi, kan mereka juga diatur dalam UU soal hak mereka. Yah, selama bersyarat dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Heru berharap pemberian remisi tersebut mampu menjadikan pribadi napi yang lebih baik lagi selama proses pemasyarakatan masih dijalani. Begitu juga dengan napi yang telah bebas agar tidak lagi mengulangi perbuatan melanggar hukum.
Bagi masyrakat, dia juga berpesan agar tidak menjauhi apalagi menutup ruang komunikasi bagi mantan narapidana. Saat ini menurut Heru, penghuni Lapas Taccorong tercatat mencapai 341 orang.
“Mereka juga sudara kita yang memiliki hak yang sama di lingkungan masyrakat. Mari saling membimbing dan mengigatkan. Kami berharap dengan hukuman yang diberikan para mantan narapidana untuk tidak lagi mengulangi perbuatanya dan bisa berbaur lagi dengan masyarakat,” harapnya. (*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!