Oknum Guru Dilaporkan Cabuli Dua Siswi di Bulukumba – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Oknum Guru Dilaporkan Cabuli Dua Siswi di Bulukumba

RAKHMAT FAJAR/RADAR SELATAN Keluarga korban saat melaporkan kasus dugaan pencabulan oknum guru di Polsek Bulukumpa, Kamis 23 Agustus
REPORTER: RAKHMAT FAJAR
EDITOR: SUPARMAN
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID– Seorang oknum guru salah satu SMP di Bulukumba berinisial An (50) dilaporkan ke polisi. Guru olahraga tersebut dituding mencabuli dua siswinya, NF (12) dan GR (12).
Salah satu kerabat korban NF, Rusdi Gallarang mengungkapkan, berdasarkan pengakuan korban, aksi pelaku sudah tiga kali dilakukan. Tindak asusila pertama kali dilakukan pada April 2018 silam, namun baru terungkap setelah korban meminta untuk pindah sekolah karena trauma.
“Selanjutnya pada awal Agustus. Aksi bejat sang guru kepada NF kembali terjadi dua hari berturut-turut. Jadi korban diminta membersihkan ruangan dapur sekolah, namun secara tiba-tiba pelaku menghampiri lalu memeluk dan mencium korban dan meraba korban menggunakan tangan kanannya,” bebernya.
Aksi yang sama, lanjut Rusdi, juga terjadi pada korban GR yang mengaku turut menjadi korban pelaku. Remaja belia itu mengaku juga pernah dipeluk dan dicium pelaku.
“Kita sudah lapor di Polres Bulukumba. Kita berharap polisi segera memproses pelaku. Jangan sampai ada gerakan lain dari keluarga korban kalau pelaku tidak segara ditangkap,” tegasnya.
Kepala Sekolah korban dan pelaku,  Jumriah, yang dikonfirmasi membenarkan laporan dugaan pencabulan yang dilakukan salah satu oknum gurunya. Dia mengaku menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut pada proses hukum yang sedang berjalan.
“Yah tidak ada toleransilah kalau ini benar terjadi. Kalau soal bagaimana kepribadian oknum guru ini, saya belum tahu, kan saya baru satu minggu ini jadi kepala di sekolah ini. Yah, ini ujian pertama saya, yang pasti siswi (yang menjadi korban) tetap kita dampingi,” jelasnya.
Terpisah, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bulukumba, Ipda Rosmiati mengaku telah menerima laporan tersebut. Selanjutnya akan dilakukan penanganan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Iya benar masih diintro(gasi) di petugas piket penerima laporan. Yang jelas kalau sudah sampai laporan polisinya pasti kita akan proses,” singkatnya.
Sementara itu, An yang berupaya dikonfirmasi tidak berhasil. Hingga berita ini ditulis belum ada klarifikasi dari pihak terlapor. (*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!