Maju Bursa Caleg, Tujuh ASN di Bulukumba Mundur – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Maju Bursa Caleg, Tujuh ASN di Bulukumba Mundur

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Tujuh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Bulukumba mengundurkan diri untuk maju sebagai calon anggota legislatif (caleg). Langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusan untuk bertarung di Pileg 2019 mendatang.
Data yang dihimpun Radar Selatan di KPU Bulukumba menyebutkan, ketujuh ASN tersebut, masing-masing Amiruddin yang maju melalui PKB, Jamaluddin Tayibu dari NasDem, dan Muh. Yusuf dari PKS. Ketiganya sama-sama bertarung di daerah pemilihan III Bulukumpa-Rilau Ale.
Kemudian Abdul Hakim dari Gerindra, Andi Batari dari Partai Berkarya, dan Muh. Sabir dari Demokrat. Mereka bertarung di daerah pemilihan IV meliputi Herlang, Kajang dan Bonto Tiro,  Sementara Pasakai yang juga matan Kadis Tata Ruang maju melalui PKS di daerah pemilihan I, meliputi Ujungbulu, Ujungloe dan Bontobahari.
Komisioner KPU Bulukumba, Wawan Kurniawan menjelaskan, selain ketujuh ASN tersebut, tiga bacaleg lainnya yang menjabat sebagai kepala desa dan aparat edesa, juga diharuskan mundur. Hal ini berdasarkan UU No. 7/2017 tentang Pemilu.
“Ada tujuh orang ASN, kalau TNI/Polri tidak ada. Yah, harus mundur tidak bisa ditarik lagi. Mereka sudah memasukkan pensyaratan calon legislatif, terpenuhi semua. Andai tidak memasukkan berkas pengunduran diri atau pernyataan sedang status ASN-nya diproses, pasti akan kita TMS-kan,” ujarnya.
Salah satu ASN yang mundur, Abdul Hakim yang dikonfirmasi mengaku memilih mundur untuk memenuhi persyaratan sebagai bacaleg. Keputusannya untuk mundur sudah bulat, demi mengabdi kepada masyarakat di parlemen.
“Bismillah saya siap maju dan siap memenangkan pileg. Ini sudah saya bicarakan matang-matang bersama keluarga besar dan sejumlah tokoh masyarakat,” jelasnya.
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Sekdes Bontobaji, Kecamatan Kajang ini menambahkan, mundur dari ASN adala risiko yang harus diambil demi mewujudkan cita-cita perjuangan untuk rakyat di parlemen. Langkah ini juga telah dipikirkan secara matang dan dorongan seluruh keluarga dan masyarakat.
“Ini tak lain tujuannya pengabdiaan keumatan. Duduk di DPRD, saya yakini akan lebih banyak meng-cover agenda dan kepentingan umum. Bismillah, sudah siap lahir batin. Selalu ada pengorbanan untuk sebuah perjuangan dan kebaikan yang lebih besar manfaatnya,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, syarat pengunduran diri ASN dan TNI/Polri sesuai Pasal 240 Ayat (1) Huruf (k) UU No. 7/2017 tentang Pemilu. ASN dan aparatur pemerintahan lainnya harus mundur jika ingin maju sebaga caleg. (faj/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!