Soal Narkoba, Selain Sekolah, Peran Keluarga Sangat Dibutuhkan – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Soal Narkoba, Selain Sekolah, Peran Keluarga Sangat Dibutuhkan

Irman Yasin Limpo Kadis Pendidikan Sulsel dan  Dr Amal Akbar  Dosen Unismuh Makassar
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Tertangkapnya dua anak di bawah umur, TW (15) dan AA (17) yang diduga sebagai kurir narkoba, memicu keprihatinan masyarakat. Untuk memutus mata rantai bisnis narkoba di kalangan anak, selain sekolah peran keluarga juga sangat dibutuhkan.
Hal ini diungkapkan Dr. Amal Akbar, Dosen Pendidikan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Menurutnya, banyaknya pelanggaran hukum yang melibatkan anak di bawah umur atau usia sekolah pada dasarnya bukanlah disebabkan gagalnya pendidikan dan pembinaan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, adalah sebuah kekeliruan besar jika pendidikan dan moralitas anak hanya dititikberatkan pada sekolah. Karakter anak juga dibangun dari pola pergaulan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Yah, keliru kalau sekolah yang disalahkan. Pendidikan itu tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Apa yang terjadi pada adik kita bukan karena ketidakmampuan sekolah dalam mendidik mereka. Karena memberikan pendidikan anak bukan saja tugas sekolah, tapi juga keluarga terutama,” jelasnya menyikapi kasus narkoba yang melibatkan anak di Bulukumba, Rabu 29 Agustus 2018.
Amal Akbar  menjelaskan, ada beberapa hal yang membuat pendidikan itu gagal. Pertama, keluarga gagal mengawal pembentukan karakter anak. Kedua, ingkungan yang membentuk pola-pola negatif dalam pembentukan karakter anak. Kemudian ketiga, sebagian besar guru hanya menjalankan fungsi sebagai pengajar dan minim dalam menjalankan fungsi sebagai pendidik.
“Semoga adik-adik kita yang sekarang menjadi tersangka mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk kembali memperbaiki diri,” ujar akademisi yang juga pakar pendidikan ini.
Salah satu langkah awal yang harus dilakukan dalam rangka memeperbaiki pola pikir dan bertindak seorang anak, kata Dr Amal Akbar, adalah mengembalikan prinsip dasar pendidikan, yakni kesadaran diri dan kesadaran bersama.
“Kita tidak boleh serta merta selalu menyalahkan sekolah dan sistemnya. Pendidikan adalah tanggung jawab semua pihak. Kejadian yang menimpa adik-adik kita adalah akumulasi dari hasil bentukan keluarga, sekolah, dan lingkungan. Kalau mau lihat pribadi anak jadi baik dan terdidik, maka harus dimulai dari tiga hal ini,” paparnya.
Dr Amal menambahkan, untuk skala Bulukumba sendiri diakui banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah anak maupun masyarakat agar terhindar dan menghindari prilaku melawan hukum. Salah satunya menerapkan pendidikan berbasis nilai keraifan lokal ke dalam dunia sekolah, keluarga, dan bermasyarakat.
Menurutnya, nilai kearifan lokal banyak terdapat pada kehidupan bermasyarakat. Bulukumba khususnya masyarakat adat Kajang yang diikat dan dibentengi dalam Pasang (pesan leluhur), kesemuanya mengajarkan begaimana menghargai alam, manusia, dan pencipta.
“Konsep kesederhanaan, menghargai, dan kepedulian. Tuntunan aturan ini semua kekayaan Bulukumba yang tak ternilai harganya. Makanya saya mengajak kepada kita semua agar meningkatkan kepekaan dan kepedulian. Peduli pada anak-anak kita dan keluarga. Minta mereka bicara dan dengarkan, cari tahu apa yang mengganjal di hatinya,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Irman Yasin Limpo. Menurutnya, kasus yang menimpa AA dan TW menjadi keprihatinan bersama yang harus mendapatkan perhatian serius seluruh pihak, bukan hanya pemerintah, tapi juga orangtua dan masyarakat.
“Yah, saya coba telusuri dulu, dan tentu kasus ini menjadi tanggung jawab kita bersama agar tidak terulang lagi. Tentu kita akan terus memaksimalkan dan mencari formulasi agar anak didik lebih nyaman dalam belajar sehingga tidak ada alasan mereka tidak mencintai sekolahnya dan mencari kegiatan di luar sana yang bisa berdampak hukum,” pungkasnya. (faj/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!