Soal Batas Usia, Honorer K-2 Menjerit,  Bupati: Jika Tidak Bisa, P3K Jadi Opsi – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Soal Batas Usia, Honorer K-2 Menjerit,  Bupati: Jika Tidak Bisa, P3K Jadi Opsi

AM Sukri Sappewali Bupati Bulukumba
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Kebijakan pemerintah yang memberikan kuota khusus bagi honorer kategori dua (K-2) pada rekrutmen CPNS tahun ini tidak seluruhnya disambut gembira. Adanya pembatasan usia maksimal 35 tahun sebagai salah satu syarat, dinilai bentuk diskriminatif.
Ketua Honorer K-2 Kabupaten Bulukumba, Hasba mengatakan, syarat pendaftaran CPNS untuk K-2 sesuai Permen-PANRB No. 36/2018 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS 2018 perlu ditinjau kembali. Pasalnya, sebagian besar usia honorer K-2 saat ini telah melebihi batas usia tersebut.
“Teman-teman K-2 ini banyak yang sudah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun. Ada sudah berumur 40 sampai 45 tahun, bahkan lebih. Jadi kalau pembatasan usia ini diberlakukan, kami rasa sebagai bentuk diskriminatif bagi honorer,” tegasnya.
Menyikapi hal ini, Hasba mengaku telah berkoodirnasi dengan seluruh honorer K-2 untuk menggalang aksi solidaritas atas nasib mereka. Dia juga meminta pemkab turut memperjuangkan nasib para pekerja sukarelawan ini.
“Ini baru kami akan kumpulkan para pengurus ranting K-2. Kita akan bahas langkah apa yang akan diambil. Yah, kita berharap agar pemkab jugamemperjuangkan hak kami. Jadi yang terdaftar di kepengurusan honorer K2 itu sekitar 600 orang, masih banyak lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut langsung kepada Menteri PANRB, Syafruddin. Dalam penyampaiannya, dia mengaku khawatir jika aturan pembatasan usia bagi honorer K-2 tetap diberlakukan, maka kuota di seluruh daerah termasuk Bulukumba tidak akan terpenuhi.
“Ini menjadi masalah memang. Tadi malam di acara pernikahan asisten ADC presiden, sempat saya ketemu Men-PAN. Saya ngobrol tidak resmi sambil melaporkan bahwa kuota 163 CPNS honorer K-2 Bulukumba mungkin tidak terpenuhi jika batas usia 35 tahun. Saya mencoba menyarankan menambah batas usianya, atau jika tidak memungkinkan, sisa kuota disalurkan ke umum karena ketentuan batas usia itu keperluan,” jelasnya.
Dalam penjelasannya, lanjut Sukri, Men-PAN, Syafruddin mengaku tengah menysusun regulasi khusus yang pada intinya tetap akan mengakomodir honorer K-2 yang berusia lebih dari 35 tahun. Mereka yang tidak memenuhi syarat mengikuti seleksi CPNS, ditawarkan opsi sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
“Sementara disusun PP-nya (Peraturan Pemerintah) oleh Kemen-PAN. Jadi nanti honorer K-2 yang tidak terakomodir (dalam seleksi CPNS) akan diakomodir dalam P3K dengan gaji sama dengan UMR (Upah Minimum Regional). Ini PP-nya sementara dibahas, dalam waktu dekat akan disahkan, yang penting diusahakan berlaku tahun 2019,” paparnya.
Dilansir pada laman liputan6.com, Menteri PANRB, Syafruddin mengatakan, seleksi CPNS tahun ini, pemerintah membuka 13.347 formasi khusus untuk eks honorer K-2. Masing-masing 12.883 formasi untuk tenaga guru dan 464 formasi untuk tenaga kesehatan.
“Kepada eks honorer K-2 yang tidak memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi CPNS, tidak usah kecil hati. Nanti dapat mengikuti seleksi sebagai PPPK, setelah PP-nya ditetapkan pemerintah,” jelas Syafruddin, Senin 10 September lalu.
Saat ini, Kementerian PARNRB, hingga tahun 2014, tercatat 1,1 juta honorer telah diangkat menjadi PNS. Jika dipersentase, sekira 25,6 persen dari total total PNS di seluruh Indoensia sebesar 4,3 juta lebih.
Berdasarkan Permen-PANRB No. 36/2018, ada beberapa persyaratan seleksi CPNS khusus honorer K-2 tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. Di antaranya usia maksimal 35 tahun pada tanggal 1 Agustus 2018 dan masih aktif bekerja secara terus-menerus sampai sekarang.
Kemudian bagi tenaga pendidik minimal berijazah strata satu (S-1) dan tenaga kesehatan minimal berijazah diploma III yang diperoleh sebelum pelaksanaan seleksi CPNS pada tanggal 3 November 2013. Memiliki tanda bukti nomor ujian CPNS tenaga honorer K-2 tahun 2013. (*)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!