Soal Pembatasan Usia Bagi Honorer K-2, Pemerintah Harus Objektif – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Soal Pembatasan Usia Bagi Honorer K-2, Pemerintah Harus Objektif

Andi Mariattang Anggota DPR RI
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Batas usia honorer K-2 dalam seleksi CPNS 2018 juga disikapi Anggota DPR RI, Andi Mariattang. Menurutnya, pemerintah harus objektif melihat kondisi riil honorer saat ini, khususnya batasan usia.
Hal ini disampaikan Andi Mariattang seiring banyaknya keluhan dan aspirasi yang diterima dari para honorer K-2. Saat ini, kata dia, gelombang protes atas kebijakan tersebut mulai muncul di berbagai tempat.
“Dari banyak tempat, kami menerima masukan dan aspirasi. Tentu saja kita prihatin mendengar rintihan kepedihan dari mereka yang merasa terzalimi dari kebijakan ini. Terutama dari mereka yang mengaku sudah mengabdi puluhan tahun. Pemerintah harus responsif memberikan informasi bagaimana solusi terhadap mereka mereka ini,” jelas Anggota Komisi II DPR RI ini, Rabu, 12 September 2018.
Menurut Andi Mari sapaan akrabnya, masyarakat masih mempersoalkan pembatasan usia maksimal 35 tahun yang dinilai diskriminatif. Pasalnya, fakta di lapangan usia di atas 35 tahun itu masih dominan yang  bekerja produktif.
“Seharusnya objektiflah, banyak di antara mereka (non PNS), justru lebih banyak kerjanya,” terangnya.
Mari tidak menampik jika persoalan ini cukup pelik. Sebab sejauh ini, pemerintah menganggap secara de jure, persoalan honorer K-2 sudah selesai. Sesuai PP 56 Tahun 2012, pemerintah telah memberikan kesempatan terakhir kepada honorer K-2 untuk mengikuti seleksi pada 2013.
“Kita dapat informasi, honorer K-2 yang tidak memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi CPNS akan diberi kesempatan mengikuti seleksi sebagai P3K setelah PP-nya ditetapkan pemerintah. Tapi pertanyaannya, adakah solusi ini akan memenuhi rasa keadilan bagi mereka?,” pungkasnya. (faj/man/b)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!