Radar Selatan

Bulukumba

A Ichwan Laporkan Dugaan Suap Anggaran Irigasi Kementerian PUPR Rp 49 M, Ini Kata KPK

Pelapor  A Ichwan As (Kiri) saat registrasi di kantor KPK.  Humas KPK, Febri Diansyah (Kanan).

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID – Desas-desus polemik proyek irigasi Kementerian PUPR sebesar Rp49 miliar yang diduga dikorupsi dan terjadi penyuapan memasuki babak baru. A Ichwan As, melapor secara resmi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Senin 17 September 2018, lalu.


A Ichwan As yang dikonfirmasi Harian RADAR SELATAN, membenarkan hal tersebut, ia mengaku tiba di kantor KPK, jalan Kuningan Persada, Jakarta, sekitar pukul 13.00 waktu setempat dan diterima oleh pegawai registrasi pelaporan KPK.

“Iya benar saya sudah laporkan kasus ini  ke KPK kemarin, sekitar Pukul 15. 18 WIB laporan saya terima. Tinggal saya serahkan ke KPK untuk menindaklajuti yang pasti saya siap buka-bukaan dan serahkan bukti yang diminta,”jelasnya. Selasa 18 September 2018, yang dihubungi melalui sambungan telponnya.

Lanjut A Ichwan, pada pelaporan tersebut ia juga ikut menyerahkan sejumlah dokumen diantaranya tiga bundel bukti proposal dan isinya baik list anggaran nasional APBN 2018 serta foto maupun rekaman. Sayangnya, A Ichwan enggan mengutarakan siapa pihak yang ia laporkan dalam polemik anggaran Dak Penugasan Rp 49 M di kementerian PUPR .


“Cukup itu saja dulu, biarkan jadi pintu masuk KPK, meski saya tidak sebut namanya, saya rasa publik sudah mengatahui siapa yang menyuap, siapa yang merekomendasikan, intinya ini dilaporkan saja dulu,”jelasnya.

Sementara itu, Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, yang dihubungi Radar Selatan, mengaku belum mengetahui detail tentang pelaporan dugaan suap di kementerian PUPR oleh warga Bulukumba. Meski begitu, pada dasarnya, lanjut Febri, pelaporan dinilai proses sangat awal lantaran masih ada beberapa jenjang sebelum dilakukan penyelidikan.

“Saya harus cek dulu yah (Pelaporan, red ), yang jelas pelaporan ini masih sangat awal, dan sebaiknya identitas pelapor tidak meski di ungkap,”singkatnya. Sayangnya, Febri yang ditanya balik soal maksud identitas pelapor yang tak meski diungkap, tidak merinci detail alasan pernyataannya.

Sekadar diketahui, Andi Ichwan As, merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Bulukumba. Dirinya viral di Facebook, karena telah mengaku melakukan suap ke Kementerian PUPR agar anggaran Rp 49 Miliar turun ke Bulukumba, untuk pembangunan Irigasi.

Dalam postinganya beberapa waktu lalu A. Ichwan yang akrab disapa Andi Edy, mengaku memberikan suap, atas perintah Bupati Bulukumba, AM. Sukri Sappewali.(Fajar).

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!