Radar Selatan

Bulukumba

Anak Polisi Korban Penganiayaan di Sekolah

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Andi Arya Galang salah seorang siswa SMA Negeri 1 Bulukumba menjadi korban penganiayaan yang terjadi di sekolahnya, Kamis, 6 Februari 2020 lalu.
Andi Arya Galang diketahui seorang anak anggota polisi.
Terduga pelaku yakni Agus Bin Syamsuddin.

Meski telah ditahan pihak unit PPA Polres Bulukumba, namun proses hukum yang dilakukan penyidik menuai sorotan.

Andi Erni ibu dari korban, kepada RADAR SELATAN mengaku heran dengan proses hukum yang tengah dihadapi anaknya. Pasalnya, terduga pelaku yang awalnya sempat ditahan kemudian dilepaskan hingga baru pada Selasa malam lalu baru dilakukan penahanan.

“Yah memang sekarang sudah ditahan, tapi awal kejadian itu kan tanggal 7-nya pelaku ditahan dan sempat dibebaskan, baru kemudian ditahan kembali Selasa malam. Alasannya karena register laporannya belum masuk, saya cek ke bagian register ternyata sudah masuk sejak tanggal 7 Februari,” bebernya, Kamis, 13 Feruari 2020.

Erni mengatakan, ia mengetahui kalau terduga pelaku sempat dibebaskan saat ia berkunjung ke unit PPA dangan menanyakan keberadaan terduga pelaku dengan berpura-pura sebagai keluarganya.

“Saya tanya salah satu anggota, Pak Agus dimana (pelaku), dia lalu menjawab sudah dikeluarkan, makanya saat itu saya heran, kok sudah ditahan lalu dilepas, ada apa. Andaikan kami dari pihak keluarga terus mendesak, mungkin pelaku sampai sekarang tidak diamankan,” terangnya.

Lanjut dia, antara anaknya dan pelaku tidak ada persoalan. Hanya saja, saat itu peristiwa pemukulan didalam sekolah oleh pelaku terjadi, lantaran diduga pelaku tidak terima terkena percikan es batu milik anaknya.

“Kan anak saya minum teh gelas yang membeku, lalu biasalah anak-anak mainkan dengan cara melempar ke atas itu es batu, tapi esnya menyeberang ke pagar sekolah dan mungkin mengenai orang disebelah pagar yaitu pelaku,” jelasnya.

Saat itu, terduga pelaku kemudian membalas dengan lemparan batu ke dalam sekolah, tidak terima siswa lainnya juga kembali membalas lemparan ke arah terduga pelaku. Akhirnya, terduga pelaku yang mungkin tersulut emosi lalu masuk ke lingkungan sekolah dan langsung mendapati siswa lainnya dan anaknya kemudian pelaku tanpa bertanya langsung memukul.

“Kepala anak saya dijahit dan sampai sekarang bernanah. Saya harap kasus ini diproses secara hukum,” harapnya.

Sementara itu, Kanit PPA Polres Bulukumba, Ipda Muh. Ali
mengatakan kalau saat ini pelakunya sudah ditahan. Iapun membenarkan kalau pelaku sempat dibawa ke Polres Bulukumba, hanya saja pelaku dipulangkan karena laporan belum masuk serta belum ada pemeriksaan saksi.

“Jadi saat itu kita belum bisa melakukan penahanan, nanti setelah ada laporan polisinya kita periksa saksi-saksi terus kita ambil visum baru gelar perkara, setelah itu baru kita lakukan penahanan,” katanya.

Iapun membenarkan jika korban adalah anak anggota polisi. Hanya saja dimata hukum proses hukum berlaku sama.

“Jadi semua harus sesua Kuhap dan Perkap yang mengatur tentang SOP penyelidikan dan penyidikan. Betul dinda anak polisi tapi siapapun harus diperlakukan sama. Semua harus sesuai mekanisme,” terangnya. (faj/has

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!