Radar Selatan

Bulukumba

Anaknya Tertangkap Narkoba, Opu: Saya Lalai, Jangan Kaitkan dengan Bupati 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Satuan Reserse Narkoba Polres Bulukumba kembali mengamankan empat orang terduga pelaku narkoba jenis sabu-sabu, Selasa malam 13 November 2018. Masing-masing M (29), SR (38), SH (24), dan MA (32).
Kasat Res Narkoba Polres Bulukumba, AKP Aris Sumarsono menjelaskan, penangkapan keempat pelaku berdasarkan inforasi masyarakat. Mereka ditangkap di salah satu rumah pelaku di Kampung Gaddea, Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu.
”Dari informasi masyarakat kemudian kami lakukan pengembangan, dan benar keempat terduga pelau sedang pesta narkoba di rumah panggung milik Syamsul Rijal alias Rijal (SR),” ungkapnya dikonfirmasi kemarin.
Dalam penangkapan itu, lanju Aris, perugas berhasil mengamankan barang bukti berupa dua sachet sabu-sabu berserta alat hisapnya berupa satu bong,korek api, lima handphone dan pipet.
“Saat ini keempat pelaku sudah diamanknan di Mapolres Bulukumba untuk proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.
Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan yang dimintai keterangan mengapresiasi kinerja jajarannya. Menurutnya, upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba harus terus terus dilakukan demi menyelamatkan generasi dari jerat barang haram tersebut.
“Saya juga berharap dukungan semua komponen baik pemda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh masyarakat untuk bahu membahu memberantas narkoba. Salah satu komitmen saya menjabat sebagai kapolres Kulukumba adalah meniadakan dan memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya,” tegasnya.
Terpisah, salah satu orang tua terduga pelaku, Andi Muraga Wali yang dimintai tanggapan mengaku peristiwa tersebut menjadi pukulan keras bagi dirinya. Meski begitu ia mengapresiasi dan merespons positif langkah kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba.
“Yah kita respons selama prosedur penangkapan itu sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) dan hukum acara. Jadi silahkan proses kita tidak akan interrvensi, silahkan polisi jalan,” katanya.
Hanya saja menurut mantan anggota Polri ini, penangkapan tidak hanya terputus pada pemakai saja, karena mereka adalah korban yang harus mendapat perhatian dan pembinaan. Seharusya yang menjadi fokus dan target utama adalah pengedar dan bandar yang menjadi penikmat dalam bisnis haram ini.
“Tanya itu anak saya dimana dia beli itu barang. Datangi orangnya kalau sudah tertangkap kurir, tanya lagi itu kurir bandarnya siapa. Kalau polisi benar-benar serius itu bisa memutus mata rantainya,” tegas pria pernah menjabat sebagai kepala unit narkoba di Kepolisian ini.
Selain itu pria yang akrab disapa Opu ini berharap media massa tidak menghubung-hubungkan kasus tersebut bupati Bulukumba. Harusnya karena kasus ini menyangkut anaknya, maka yang patut dimintai tanggapan adalah dirinya sebagai orangtua atau pihak kepolisian.
“Jangan karena penangkapan pemakai lalu dihebohkan. Karena penting juga diketahui sesuai yang ilegal dan seakan menjadi legal karena ada pihak atau oknum yang bermain. Ini yang harus diputus juga,” tegasnya.
Terakhir, Opu mengaku kasus yang membelit anaknya menjadi pelajaran berharga diirnya sebagai orangtua sekaligus masyarakat agar tidak lalai mengawasi anggota keluarganya. Ia juga mengaku akan tetap mengawal dan mengikuti seluruh proses hukum yang ada.
“Ini bahan instropeksi diri saya sebagai orangtua, semoga ini bisa menjadi pelajaran berharga khusunya untuk anak saya. Atas nama pribadi dan anak saya meminta maaf, karena kita harus juga tahu bahwa kami juga di posisi selaku korban. Saya harap juga buat seluruh masyarakat khususnya orangtua untuk tidak lalai, jadikan ini pelajaran buat kita semua,” kuncinya. (*)

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!