Beranda Hot News Andi Gilang, Lulusan Pertama AHRS Tembus Grand Prix

Andi Gilang, Lulusan Pertama AHRS Tembus Grand Prix

Rabu, 6 November 2019, 15:57 WITA
Andi Farid Izdihar (Andi Gilang)

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Karir pembalap binaan Astra Honda Racing Team, Andi Farid Izdihar (Andi Gilang) kian gemilang. Tahun depan, putra kelahiran Kabupaten Bulukumba ini akan menjadi wakil Indonesia di Grand Prix (GP) Moto2 semusim penuh. Andi Gilang akan bergabung bersama Honda Team Asia (HTA).

Deputy GM Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya mengatakan pencapaian Andi Gilang menembus kancah balap dunia menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan program penjenjangan balapan terstruktur yang dilakukan perusahaan, demi mencetak prestasi yang membawa harum bangsa Indonesia.

“Selamat untuk Andi Gilang, lulusan pertama AHRS yang mampu menembus balap Grand Prix. Usaha keras dan tekad kuat dari semua pihak membuahkan hasil yang baik. Semoga Andi Gilang mampu konsisten, berjuang dengan mental juara hingga menginspirasi pembalap Indonesia lainnya untuk mencapai mimpi berlaga di kancah dunia,” ucap Andy.

Ayah Andi Gilang, Andi Suriadi berharap agar karir anaknya itu terus melejit dan mengharumkan nama Indonesia dan Bulukumba pada khususnya.

“Semoga ananda (Andi Gilang) terus gemilang. Dan yang terpenting tetap rendah hati kepada semua orang. Kepada orang-orang dan pihak yang ikut membesarkan. Sebagai orang tua tentu selalu melihat dan mendukung anaknya yang terbaik,” katanya.

Sebelumnya, HTA sudah mengumumkan resmi line up pembalap mereka yang akan berlaga pada GP Moto2 dan Moto3, bertepatan dengan GP Thailand 2019, beberapa waktu lalu. Namun, pengumuman itu menyisakan satu slot pembalap di tubuh tim GP Moto2. Bergabungnya Andi Gilang menjadi kesempatan emas putra bangsa unjuk prestasi di ajang balap tingkat dunia ini.

Andi Gilang dipilih sebagai pembalap andalan HTA mewakili bakat-bakat balap terbaik para pembalap di belahan bumi Asia. Bersama pebalap asal Thailand, Somkiat Chantra, Andi akan berjuang tak hanya membawa kebanggaan untuk negara masing-masing, tetapi juga mengemban misi untuk mengukir prestasi sebagai bintang dari Asia. Ini jadi kesempatan emas bagi Andi Gilang berlaga di GP Moto2 semusim penuh akan dimanfaatkannya sebagai salah satu tangga untuk mencapai mimpi tertinggi, yakni berlaga di ajang paling bergengsi, MotoGP.

Andi Gilang sadar bahwa perjuangan di level lebih tinggi tidak akan mudah. “Alhamdulillah, saya bersyukur dan sangat termotivasi. Saya pasti akan selalu berusaha memberikan yang terbaik pada pengalaman berlomba semusim penuh di GP Moto2. Sebisa mungkin saya berupaya meraih poin, sembari berlatih sebaik mungkin,” kata Andi.

Pada tahun pertamanya di GP Moto2, Andi Gilang menargetkan cepat beradaptasi dan memberikan performa terbaiknya untuk mencetak banyak poin untuk memberi kebanggaan untuk Indonesia.

Saat ini, Andi masih berkonsentrasi menyelesaikan musim balap Asia Road Racing Championship kelas Supersport 600, dan masih berjuang dengan bertengger di posisi ke-5 klasemen. Juli lalu, dia juga ikut berlaga di ajang bergengsi, Suzuka 8 Hours Endurance World Championship.

Di ajang CEV Moto2 World Championship, Andi Gilang sudah melahap tiga seri melalui wildcard dengan hasil yang tidak mengecewakan, yakni di Catalunya, Jerez, dan Albacete. Wildcard Andi tersisa satu untuk digunakan pada seri terakhir di Valencia, November 2019. Dia juga sudah pernah mencicipi atmosfer ketat balapan kelas dunia saat menggantikan Dimas Ekky Pratama di Honda Team Asia pada GP Moto2 2019 di Sirkuit Misano, Italia. (faj/has)