Andi Ungko-Ir Rooslin, Makin Intens Komunikasi, Peluang Paket?

 

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Kemesraan kian dipamerkan dua bakal calon Bupati Bulukumba, adalah Andi Mattampawali (Andi Ungko) dan Ir Rooslin.

Akhir pekan lalu, tepatnya 11 Januari 2020, berlokasi di Warkop Dg Usman, Kota Makassar, keduanya terlihat duduk bersama sedang asyik berdiskusi santai. Pertemuan keduanya bukan kali pertama dilakukan namun jauh sebelum lonceng KPU tanda Pilkada Bulukumba akan segera dilaksanakan.

Ir Rooslin yang dikonfirmasi, mengatakan banyak hal yang ia bincang bersama adik Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali itu, salah satunya soal kondisi politik memasuki tahapan pendaftaran di KPU. Keduanya pun mengaku, telah bersepakat untuk menciptakan iklim politik yang damai, santun dan bermartabat.

“Termasuk komitmen untuk melawan politik uang. Kami berdua khususnya telah mengimbau tim dan pendukung untuk tidak saling bersinggungan. Biarkan masyarakat yang menilai dengan konsep ide dan gagasan para calon,”jelasya. Senin 13 Januari 2020.

Bacabup dengan tagline “Bulukumba Smart” ini menlanjutkan, baginya maju di Pilkada baik sebagai 01 dan 02 bukanlah masalah. Yang terpenting setelah menjabat mampu amanah dan tanggungjawab serta mengerjakan sesuai tupoksi dan aturan yang ada.

“Beliau (Andi Ungko) saya sudah anggap Kakak , kami membincang banyak hal terkait perkembangan industri parisiwata, Industri maritim, dan Industri pertanian. Intinya Menyamakan visi dan prinsip dalam pilkada. Yang utama adalah kesamaan visi dan prinsip dalam menjalankan roda pemerintahan,”paparnya.

Terakhir, Ir Rooslin kembali menjelaskan visinya maju sebagai calon bupati bulukumba mendatang adalah membangun bulukumba yang sejahtera, berkeadilan dan beradab dengan penguasan pada teknologi informasi.

“Penguasaan teknologi informasi adalah suatu keniscayaan, suka atau tidak masyarakat bulukumba akan berhadapan dengan arus informasi secara global. Dimasa yang akan datang, penguasaan akan teknologi informasi menjadi salah satu indikator utama untuk menilai suatu daerah dianggap maju atau terbelakang. Teknologi Informasi akan membantu kita untuk melawan tindakan korupsi. Transaksi keuangan dengan sistem elektronik akan membantu mengurangi kebocoran anggaran daerah. Kita harapkan, pada 2025 masyarakat bulukumba telah menguasai dan memanfaatkan IT secara maksimal disegala bidang” tuturnya. (faj).