Radar Selatan

Ragam

Cegah KIA, Dinkes Optimalkan Jampersal

Kasmarinda, Kabid Kesmas Dinkes Bulukumba

BULUKUMBA,RADARSELATAN.CO.ID — Tingginya angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Bulukumba pada 2018 lalu, menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Kesehatan (Dinkes). Salah satu upaya untuk menekan kasus kematian ini, Dinkes mengoptimalkan program Jampersal (Jaminan Persalinan).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bulukumba, Kasmarinda menjelaskan, Jampersal diperuntukkan bagi ibu hamil kategori prasejatera dan tidak memiliki kartu JKN-KIS. Program ini membantu biaya perawatan dan persalinan ibu dan bayi.

“Melalui Jampersal ini kami mengedukasi para ibu hamil untuk melahirkan di tempat pelayanan kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit. Karena cukup beresiko melahirkan di rumah dan bisa memicuh terjadinya KIA,” terangnya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Jampersal lanjut Kasmarinda, para ibu hamil tidak perlu lagi mengeluarkan biaya persalinan. Seluruh biaya yang ada akan ditanggung oleh pemerintah melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) non fisik yang digelontorkan pemerintah pusat.

“Seluruh ibu hamil kategori miskin tersebut cukup memperlihatkan KTP dan KK saja saat berkunjung di Puskesmas atau rumah sakit. Bahkan orang hamil dari luar daerah pun misalnya ke Bulukumba dan saat di Bulukumba tiba-tiba mau melahirkan maka juga bisa memanfaatkan Jampersal ini. Karena bagi kami pelayanan yang lebih penting,” terangnya.
Kasmarinda menambahkan, tahun ini Bulukumba menerima anggaran Jampersal dari pemerintah pusat sekira Rp 3 miliar. Hanya saja proses pencairannya tidak langsung.

“Baru bisa dicairkan apabila sudah ada pengajuan klaim. Seperti tahun 2018 lalu pembayaran klaim sementara itu sekira Rp 500 juta,” tutupnya.
Sebelumnya, data Dinas Kesehatan Bulukumba menyebutkan, angka kematian ibu dan anak sepanjang Januari-Oktober 2018 mencapai 75 kasus. Masing-masing 68 bayi dan tujuh ibu dilaporkan meninggal dunia sebelum dan pasca nifas (melahirkan).
Rinciannya, anak usia 0-28 hari meninggal sebanyak 56 orang, 29 hari-11 minggu 12 orang, dan 12-59 minggu sebanyak 3 orang anak. Sementara data RSUD Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba mencatat, KIA terhitung sejak Januari-20 Desember 2018 mencapai 71 orang, terdiri dari 61 bayi dan 10 orang ibu. (ria/man)

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!