Cuaca Ekstrem, Nelayan Enggan Melaut

by
PERBAIKI JARING. Nelayan di Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara lebih memilih memperbaiki jaring rusak daripada memaksakan melaut.

SINJAI, RADAR SELATAN — Sejak beberapa hari terakhir ini cuaca ekstrem melanda Kabupaten Sinjai yang mengakibatkan ombak besar disertai angin kencang melanda di perairan Teluk Bone. Kondisi tersebut menyebabkan para nelayan tidak berani mencari ikan di laut.

Seperti yang dialami Muhammad Yunus, salah satu nelayan di Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara. Dia lebih memilih untuk memperbaiki jaring rusak daripada memaksakan melaut.

“Ombak tinggi Pak, sudah dua minggu para nelayan disini tidak melaut,” katanya saat ditemui Tepian Sungai Tangka, Selasa, 14 Januari 2020.

Selain itu kata dia, selama tidak melaut ia bersama nelayan lainnya mengisi waktu untuk memperbaiki mesin kapal. Itu dilakukan agar saat cuaca membaik bisa beroperasi kembali.

Iapun berharap cuaca buruk ini segera berakhir sebab jika kondisi seperti ini berlangsung terus-menerus akan mengganggu pendapatan yang hanya diperoleh dari hasil tangkapan ikan di laut.

“Kami harap cuaca segera normal agar kami segera bisa melaut, kami juga sudah melakukan packing di atas kapal, jadi kami sisa menunggu izin berlayar dari Syahbandar,” katanya.

Sementara itu Humas Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Sinjai, Muh. Ichwan Arifin saat ditemui mengatakan bahwa beberapa hari terakhir ini BMKG mengeluarkan informasi terkait cuaca ekstrem yang melanda perairan Indonesia sehingga pihaknya telah menghimbau dan tidak mengeluarkan surat izin berlayar bagi nelayan Sinjai.

“Berdasarkan informasi dari BMKG bahwa ombak di laut mencapai ketinggi hingga 4 meter, sehingga kami tidak mengeluarkan izin berlayar bagi nelayan hingga hari Kamis ini, dan setelah itu kami tetap menunggu informasi kembali dari BMKG,” ujarnya. (*)