Radar Selatan

Bulukumba

Demonstrasi di Kejari, Mahasiswa-Polisi Saling Pukul,  Tuntut Penuntasan Kasus Korupsi Tahura

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Sejumlah mahasiwa yang tergabung dalam salah satu organisasi kemahasisiswaan terlibat saling pukul dengan aparat kepolisian. Insiden terjadi saat unjuk rasa peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Halaman Kantor Kerjaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba, Rabu 12 Desember kemarin.
Aksi saling pukul bermula saat demonstran yang membakar ban bekas memaksa Kepala Kejari Bulukumba, Muhammad Ihsan keluar menemui mereka. Merasa tidak direspons, demonstran kemudian mencoba menerobos barikade pengamanan polisi untuk memasuki Kantor Kejaksaan.
Saling dorong pun tak terhidarkan hingga akhirnya kedua belah pihak saling pukul. Beruntung insiden tersebut tidak berlangsung lama setelah Kajari, Muh. Ihsan didampingi Ketua Tim Investigasi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Muh Aksa.
Koordinator aksi, Rahmat Rusman dalam orasinya meminta Kajari mundur dari dari jabatannya karena dinilai tak mampu menuntaskan sejumlah kasus korupsi di Bulukumba. Menurutnya ada banyak kasus yang ditangani Kejari Bulukumba mandek di meja tim penyidik.
“Jika Kajari Bulukumba tak mampu menuntaskan kasus korupsi yang selama ini ditangani, sebaiknya mundur saja. Karena dari sejumlah kasus tidak ada yang masuk dalam progres penyelesaian,” tegasnya.
Menurut Rahmat, kasus korupsi yang menjadi sarotan saat ini yakni dugaan tindak pidana korupsi penjualan lahan di ‎Taman Hutan Rakyat (Tahura), Kelurahan Sapolohe, Kecamatan Bontobahari. Dalam kasus tesebut diduga lahan Tahura seluas 41,5 hektare telah dijual oleh oknum masyarakat hingga menimbulkan kerugian negara hingga Rp 3 miliar.
‎Selain itu, sejumlah kasus lainnya seperti dugaan korupsi alat TIK dan bedah rumah yang hingga saat ini belum jelas ujung pangkalnya. Begitu pun kasus proyek pembangunan Jembatan Bialo yang tengah diusut pihak Kepolisian.
“Kasus korupsi di Kabupaten Bulukumba tidak ada tindak lanjut. Banyak yang mengendap dan tidak ada tindak lanjut. Kejaksaan seolah hanya tutup mata terhadap kasus korupsi yang ada,” terangnya.
Menanggapi hal itu, Kajari Bulukumba, Muhammad Ihsan di hadapan demonstran menegaskan, proses hukum Tahura tetap berjalan. Pihaknya sisa menunggu hasil audit dari tim BPKP sebagai bukti tambahan untuk penetapan tersangka sejumlah tiga orang yang masuk dalam proyeksi.
“Kita tidak diamkan kasus Tahura, kita sisa menunggu hasil audit dari BPKP. Kita tidak berani menetapkan tersangka sebelum ada hasil audit karena kita bisa diserang kembali,” jelasnya.
‎Ihsan meminta semua pihak tetap mengawal dan memonitoring seluruh kasus yang ditangani Kejari Bulukumba. Hanya saja ia berharap agar pengawalan didasari dengan pemikiran ilmiah agar seluruh prosedur bisa tetap dijalankan sesuai aturan.
“Kita tetap membuka ruang kepada semua pihak untuk melakukan pengawasan. Tapi tolonglah untuk selalu menggunakan pemikiran yang bijak dan ilmiah agar tidak selalu menggunakan otot,” ujarnya. (anjar).

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!