Radar Selatan

Bulukumba

Diduga Pungli, Nelayan di Bulukumba Mengaku Dimintai Uang oleh Oknum Polairud

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Sejumlah nelayan di Bulukumba, mengaku menjadi korban dugaan pemerasan yang dilakukan oknum Polisi Perairan dan Udara (Polairud).

H Kamaruddin nelayan asal Kassi, Kecamatan Kajang, menceritakan oknum Polairud tersebut berjumlah lima orang hanya saja tanpa identitas lengkap. Pasalnya, saat mendatangi nelayan para oknum polisi tersebut hanya menggunakan perahu kecil milik nelayan.

“Yang saya lihat betul itu namanya yakni berinisial Brigpol IY. Mereka ke nelayan nelayan katanya ada sosilisasi Polairud dari Mabes,”jelasnya.

Hanya saja cara meminta oknum tersebut terkesan memaksa dengan cara mengintimidasi soal kelengkapan kapal. Meski memang, ia mengaku kapal miliknya telah empat hari suratnya tidak berlaku dan harus di perpanjang lagi sebelum keluar melaut. Namun anehnya, saat hendak mengurus izin, dirinya dilarang oleh oknum Polairud dengan alasan izin kapal akan dibantu pengurusan asal meneyerahkan sejumlah uang.

“Tapi mereka minta Rp10 juta. Katanya itu uang termasuk biaya sosialisasi dan urus dokumen kapal. Padahal kan Hanya civi kapal saya yang mati itu kalau di urus tidak sampai Rp500 ribu. Saya tidak beri uang karena tidak jelas untuk apa,”jelasnya.

Meski begitu, nelayan di Dusun Bajang, Desa Gunturu, Russa dan H Sulo warga Kelurahan Bonto Kamase, mengaku telah menyerahkan uang masing-masing Rp5 juta dan Rp15 juta.

“Sudah ada nelayan yang kasi ke oknum. Jadi saya hanya di ancam dia bilang ke saya, awas mami kapal ta kalau keluar melaut saya tangkap. Jadi kami nelayan di Kassi ini takut melaut jangan sampai dicarikan cara untuk ditangkap dengan tujuan di peras. Saya harap pihak terkait segera mengusut ini,”harapnya.

Ketua DPC Himpuman Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bulukumba, Andi Maurgawali Opu menyesal jika informasi tersebut benar karena akan meresahkan nelayan. Olehnya ia berharap agar pihak terkait segera mengusut kebenaran informasi tersebut.

“Dengan kondisi nelayan yang sulit di tambah birokrasi yang berbelit belit pengurusan dokumen kapal. Ditambah lagi jika benar adanya ulah oknum Polairud tentu ini tidak bisa di biarkan. Polda dan Mabes Polri harus menelusuri ini,”harapnya.

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!