Radar Selatan

Bulukumba

Dinas Peternakan Dinilai Tak Beri Perhatian Bagi Pengusaha Ayam Petelur

Pengusaha Peternak Ayam petelur H Kardi saat berbincang dengan manajemen merketing salah satu perusahaan pakan ayam petelur di Diskusi tersebut dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan produksi ayam petelur .

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Dinas Peternakan Bulukumba dinilai kurang memberikan perhatian atas kelangsungan pengusaha peternak ayam petelur. Hal itu terlihat tidak adanya kegiatan sosialisasi dan pandampingan yang dilakukan untuk peternak.

“Saya sudah hampir dua tahun menekuni usaha ini (peternak ayam petelur) tapi saya belum pernah diundang atau ada pendampingan dari Dinas Peternakan dalam rangka memperbaiki kualitas produksi pengusaha ayam petelur,”tutur H Suwardi alias H Kardi.

Menurutnya selama ini pengusaha ayam petelur di Bulukumba kerap mendapati sejumlah persoalan dalam melakoni usahanya. Diantaranya, ketersediaan bibit ayam, dan harga telur yang tidak stabil ditambah pemasaran telur yang dinilai masih sulit khususnya bagi pengusaha kecil.

“Kehadiran Dinas Peternakan tidak kami rasakan dalam usaha kami. Di Bulukumba ada ratusan warga yang mengeluti usaha ini, makanya harus didampingi dan Dinas Peternakan harus hadir memberikan kemudahan,”harapnya.

Lanjut H Kardi yang juga owner cafe dan resto kampung nelayan ini mendorong agar dibentuk komunitas atau asosiasi peternak ayam petelur di Bulukumba dalam rangka memaksimalkan produksi. Nantinya asosiasi tersebut berfungsi untuk mendata perkembangan populasi dan menggali masalah serta mencari solusi.

“Asosiasi ini sebagai wadah peternak bersama-sama mengembangkan usaha dan mewujudkan kesejahteraan peternak, yang kasian itu peternak kecil, kadang mereka susah memasarkan, belum lagi soal perawatan dan pakannya. Kalau asosiasi ada maka kita bisa buat kesepakatan soal keseragaman harga telur dan hal lainnya,” paparnya.

 

Terakhir, H Kardi mengungkapkan untuk bisa meningkatkan hasil produksi sangat perlu bagi Dinas Peternakan memberikan sosialisasi. Pasalnya, selama ini banyak peternak hanya menerima ilmu dari perusahaan melalui pelatihan atau pertemuan non formal.

“Beternak ayam petelur tidak hanya soal asal memproduksi telur saja. Tapi tingkat produktifitas dan kualitas. Ada peternak pemula lantaran kurang mendapatkan sosialisasi, sudah senang jika ada 700 an dari seribuan ayam petelurnya bisa memproduksi telur. Padahal setelah kami medapatkan ilmu dari perusahaan tingkat produktifitas dan kualiatas masih bisa lebih baik lagi bahkan diangka 95 persen/1.000 ternak ayam petelur,”jelasnya.

Sementara itu, PT Patriot sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam usaha pakan ayam patelur, melalui Maneger Marketing, Lenny menjelaskan salah satu kabupaten penghasil telur terbesar di Sulsel adalah Kabupaten Sidrap hal itu dilihat dari jumlah permintaan pakan ayam dalam setiap bulannya yang mencapai 500 Ton.

“Nah Ke khawatiran peternak asal Sidrap itu, Bulukumba bisa jadi ancaman karena jumlah peternak di Bulukumba cukup banyak, sayangnya disini (Peternak Bulukumba) belum ada asosiasi yang mengikat sehingga mulai dari harga dan pemasaran tidak termanejemen dengan baik, makanya harga telur di Bulukumba itu masih menyesuaikan dengan harga telur di Sidrap,”jelasnya.

 

Ia menambahkan, pada dasarnya potensi usaha peternak ayam petelur di Bulukumba dinilai sangat menjanjikan bahkan dapat mengangkat taraf perekonomian masyakat jika dikelola dengan baik termasuk perlunya dibentuk asosiasi.

“Bulukumba potensinya sangat bagus tinggal menejemennya saja,”katanya

 

Terpisah, Kadis Peternakan, dr Rostina yang coba dikonfirmasi melalui saluran selulernya tidak berhasil hingga berita ini diterbitkan.

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!