Radar Selatan

Bulukumba

Dirjen Ristekdikti Dukung Pembangunan Sekolah Tinggi Teknologi Maritim di Selayar

Dirjen Kelembagaan Ristekdikti, Dr Ir Patdono Suwjgnjo (tengah) berbincang dengan Pendiri Aspeksindo, Rapsel Ali (kanan) dan Ketua Yayasan Pendidikan Fajar, Dr Ridwan Arief disela-sela Musyawarah Wilayah ke-III, Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Wilayah Sulawesi Selatan, di Ballroom Universitas Fajar (Unifa), Jalan Prof Abdurahman Basalamah, Makassar, Kamis (6/12/2018).

MAKASSAR, RADAR SELATAN.CO.ID-Direktur Jenderal (Dirjen) Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Dr Ir Patdono Suwignjo menyambut baik rencana pembangunan Sekolah Tinggi Teknologi Maritim (STTM) di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Wacana tersebut muncul pada Musyawarah Wilayah ke-III, Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Wilayah Sulawesi Selatan, di Ballroom Universitas Fajar (Unifa), Jalan Prof Abdurahman Basalamah, Makassar, Kamis (6/12/2018).

Menurut Patdono Suwigno, letak geografis Kepulauan Selayar sangat strategis dan layak mendapatkan perhatian dalam memainkan peran Indonesia sebagai “Poros Maritim Dunia”.

“Posisi Kabupaten Kepulauan Selayar sangat strategis, sehingga semua orang Indonesia bisa melakukan studi disana. Khususnya dibidang kemaritiman”, ujar Patdono di dampingi Pendiri Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir seluruh Indonesia (Aspeksindo), Rapsel Ali.

Keberadaan Kepulauan Selayar dalam Coral Triangle, telah menjadikan Kepulauan Selayar sebagai penyanggah perikanan kawasan bahkan nasional sejalan dengan wacana pembangunan Sekolah Tinggi Teknologi Maritim (STTM) di Kabupaten Kepulauan Selayar.

“Pemda Selayar sisa menyiapkan lahan dan tenaga pengajar. Selanjutnya buat pengajuan ke kemeterian”, ungkap Patdono.

Sementara itu, Staf Khusus Wakil Presiden Bisang Umum, HM Alwi Hamu mengatakan Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan “Centre Point of Indonesia”, karena letaknya ditengah-tengah yaitu Jawa dan Sumatera di sebelah barat, Maluku dan Papua di sebelah timur, Kalimantan dan Sulawesi di sebelah utara, serta Bali dan Nusa Tenggara di sebelah selatan.

“Letak Kabupaten Kepulauan Selayar sangat strategis. Potensi kelautan dan perikanan serta potensi wisata menjadi salah satu andalah daerah ini. Olehnya itu, sangat dibutuhkan Sekolah Tinggi Perkapalan, Perikanan, riset dan Marine Technology Center”, ungkap HM Alwi Hamu yang juga Ketua Dewan Pakar Aspeksindo.

Terpisah, Bupati Kepulauan Selayar, Basli Ali mengungkapkan posisi Selayar sebagai pulau yang membatasi wilayah timur dan barat Indonesia. Sehingga Selayar layak disebut sebagai salah satu tapal batas lintas pelayaran nusantara di Indonesia.

Sekolah Tinggi Teknologi Maritim (STTM) tersebut rencananya akan berdiri diatas lahan seluas kurang lebih 50 hektar.

“Jika dibutuhkan lahan untuk STTM, Pemda Selayar bersedia menyiapkan lahan 50 hektar lebih. Mengingat di lahan itu akan berdiri laboratorium perkapalan dan perikanan, pelabuhan hingga asrama”, ungkap Basli Ali, yang juga Ketua Umum Aspeksindo. (ama)

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!