Radar Selatan

Ragam

Eksotisnya Alexandria dan Teduhnya Berziarah ke Makam Nabi Daniel

PIRAMIDA. Berpose di depan salah satu piramida di kawasan Giza, Mesir bersama istri dan anak-anak.  [Doc.pribadi]

Mengunjungi Mesir, Negara dengan Peradaban Tertua di Dunia

#Laporan: H. Edy Manaf, Alexandria, Mesir

Tahun ini saya beruntung bisa melaksanakan ibadah umroh sekaligus berziarah di Mesir. Terletak di Timur Tengah, Mesir merupakan negara dengan dinasti tertua di dunia.
Tidak heran, banyak orang mengatakan bahwa setiap jengkal tanah di Mesir menyimpan peristiwa sejarah tersendiri.

Setelah melakukan ibadah umroh selama 9 hari, kami (saya, istri dan anak-anak) melanjutkan perjalanan dari Jeddah ke Mesir. Penerbangan ke Mesir ditempuh selama 1 jam 45 menit dari Bandara Internasional Jeddah ke Bandara Internasional Kairo. Ini melengkapi perjalanan religi kami di awal tahun 2019.

Tiba di Kairo, kami disambut cuaca dingin 8 derajat celcius. Januari memang menjadi puncak musim dingin di negara ini. Karena tiba di Kairo malam hari, perjalanan wisata menikmati indahnya Kairo baru bisa dilakukan keesokan harinya.

Kunjungan pertama kami adalah ke bangunan Firaun, piramida. Tidak sah rasanya ke Mesir tanpa melihat langsung salah satu bangunan bersejarah di dunia yang merupakan makam para raja dan penguasa mesir di zaman Firaun. Piramid berada di daerah Qiza. Hanya 20 menit perjalanan dari hotel tempat kami menginap.

Sebelum masuk area ini, kami harus melewati pemeriksaan yang cukup ketat. Setiap orang juga diwajibkan membeli tiket masuk. Kami langsung disuguhi pemandangan yang menakjubkan. Saya sampai terkagum-kagum melihat tiga piramida khufu, khafra dan menkaura yang begitu besar.
Ditambah patung singa berkepala manusia yang biasa disebut Spin sebagai simbol Firaun.

Yang menarik adalah proses pembangunan piramida-piramida ini. Menurut sejarah pasukan Firaun mengangkut batu yang berukuran besar melalui Sungai Nil. Di kawasan piramida juga banyak onta yang dapat dikendarai dan berfoto bersama onta.

Selain mengunjungi obyek wisata di Kairo, hal yang tidak kalah pentingnya adalah melihat geliat ekonomi di Piramida Shopping Time. Kami mengunjungi outlet-outlet khalifah Mesir seperti Papyrus Gallery. Papyrus merupakan kertas pertama di dunia peninggalan dinasti Firaun. Ada juga  parfum factory. Di sini kami diperkenalkan berbagai macam parfum dan aroma terapi khas Mesir. Tidak hanya itu, kami lanjut ke Pasar Khan Khalili, pasar turis tertua di Mesir.
Sebelum berbelanja, kami sempat ziarah ke makam Sayidina Husein, cucu Rasulullah. Dan wisata di hari pertama di Mesir, ditutup dengan makan malam di Nile Cruise.
Restaurant terapung di atas Sungai Nil dengan sajian menu khas Timur tengah, ditemani Tari Sufi Dan Bally Dance.

Hari kedua, perjalanan dilanjutkan ke Kota Alexandria. Setelah sarapan di hotel kami bergerak menempuh perjalanan darat selama 3 jam menuju Kota Alexandria. Sebuah Kota kuno di tepi laut Mediterania yang dibangun oleh Alexander Agung pada abad ketiga sebelum masehi.

Destinasi pertama kami di Alexandria yaitu Taman Montaza, sebuah Taman di tepi laut Mediterania yang dikenal sebagai komplek istana Raja Farouk, raja terakhir Mesir.

Setelah itu kami berkesempatan salat Jumat di masjid Imam Bushiri, sekaligus kami dapat berziarah ke makam pengarang Burda ini. Sebelum meninggalkan makam, kami juga berziarah ke makam guru Imam Bushiri yaitu Imam Abu Abbas Al Mursi yang juga guru dari sufi besar pengarang kitab Al Hikam, Ibnu Atoillah Assakandari.

Di Kota Alexandria waktu kami lebih banyak dihabiskan dengan berziarah. Tentu dengan tak lupa makan siang di restoran seafood di tepi laut mediterania, Alkal’a.

Salah satu tempat yang berkesan adalah Masjid Nabi Daniel. Letaknya tidak jauh dari stasiun kereta api Alexandria, sekitar 500 meter. Dalam agama Islam, nama Nabi Daniel termasuk jarang terdengar. Hal ini mengingat Nabi Daniel tidak termasuk salah satu dari 25 nabi yang wajib diketahui.

Namun demikian, para ahli sejarah mengatakan, beliau adalah seorang Nabi yang pernah hidup dan meninggal di Mesir. Nabi Daniel termasuk di antara keturunan Nabi Daud as. Masjid berada di tengah pemukiman padat. Makam Nabi Daniel terdapat di sebuah ruangan di bawah bangunan masjid itu. Jadi untuk berziarah ke makamnya kita harus turun ke bawah melewati tangga. Ada dua makam di sana yang menurut informasi, makam satu lagi adalah makam Lukmanul Hakim.

Luqmanul Hakim menurut riwayat yang lebih kuat, bukan seorang nabi. Ia seorang manusia shaleh semata. Bahkan dalam banyak riwayat shahih dikatakan, ia seorang budak belian, berkulit hitam, berparas pas-pasan. Namun demikian, namanya diabadikan oleh Allah menjadi nama salah satu surat dalam alquran, surat Luqman.

Luqman diabadikan namanya oleh Allah, karena memang orang shaleh yang patut diteladani. Bahwa Allah tidak menilai seseorang dari gagah tidaknya, juga tidak dari statusnya, jabatannya, warna kulitnya dan lainnya. Akan tetapi Allah menilai dari ketakwaaan dan kesalehannnya.

Rasanya tiga hari di Mesir tak cukup untuk kami. Hari ketiga sudah cek out dan kami Take off ke Indonesia via Jeddah dengan Saudi Airlines. Sebelum benar-benar meninggalkan Mesir, kami wisata dulu ke Benteng Solahudin al Ayubi. Sebuah benteng yang dibangun oleh Solahudin al ayubi sendiri. Al ayubi dikenal di dunia sebagai pahlawan perang salib. Berada di benteng ini seperti kita kembali ke abad pertengahan terutama ketika perang salib terjadi.

Di dalam benteng berdiri kokoh dua masjid. Yang pertama masjid Qalawun dan Masjid Mohamed Ali Pasha. Masjid Mohamed Ali mirip Masjid Aya Sophia di Istanbul. Kami juga ke makam Imam Syafii. Imam Dari mazhab Syafiiyah ini dimakamkan di daerah Sayidah Aisyah di kaki bukit Mukattam.

Kepada anak-anak, kami bawa mereka melihat Masjid Al Azhar yang terkenal dengan aktivitas keilmuan. Di masjid ini kami bertemu dengan para pelajar dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Untung, space waktu yang diberikan guide cukup lama, jadi kami dapat ikut salat berjamaah dan ikut pengajian umum di masjid yang dibangun abad ke-10 ini. Sungguh Mesir adalah negara yang kuat sejak dulu. Tidak salah jika peradaban tertua ada di negara ini. (***)

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!