Radar Selatan

Bulukumba

Hilmiaty Sasar Perempuan dan Milenial

Anggota DPRD Bulukumba, Hj. Hilmiaty Asip.

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Anggota DPRD Bulukumba, Hj. Hilmiaty Asip terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Legislator perempuan ini menyasar kalangan perempuan kaum milenial.

“Sudah saatnya kaum perempuan dan kalangan milenial diberikan ruang untuk terlibat langsung dalam kebijakan politik. Diakui atau tidak, perempuan dan kaum muda memiliki peran dan pengaruh signifikan dalam kehidupan masyarakat,” ucap Hilmiaty saat menghadiri undangan masyarakat di Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Sabtu, 3 November lalu.

Politikus Hanura yang akan bekiprah di DPRD Sulsel ini mengaku, respons dan antusiasme masyarakat atas peran perempuan di legislatif sangat baik. Menurutnya, pendidikan politik masyarakat khususnya kaum perempuan dan pemilih muda sudah cukup baik.

“Nah, pelibatan perempuan dan kaum muda harus diberikan porsi khusus. Pembentukan pola pikir tentang politik dan kebijakan politik harus benar-benar dilakukan secara objektif dan terarah,” tambah anggota DPRD Bulukumba dua periode ini.

Menurut Hilmiaty, peran perempuan tidak hanya terkungkung di “dunia dapur” saja, mengurusi rumah tangga, suami, dan anak. Kiprah permpuan di parlemen juga telah terbukti memberikan kontribusi yang luar bisa bagi pembangunan daerah baik secara fisik maupun sumber daya manusia.

“Kalau pendidikan politik dan pola pikir perempuan kita sudah baik dan diarahkan secara benar, insyaallah perempuan di Bulukumba, Sulawesi Selatan secara umum akan diperhitungkan. Pada prinsipnya, pembentukan karakter generasi bangsa bergantung dari perempuan, yaitu ibu,” paparnya.

Begitu pun kalangan milenial, lanjut Hilmi. Sebagai generasi penerus dan calon pemimpin masa depan, kaum muda sudah seharusnya diberikan dan mengambil peran dalam kebijakan setiap stragis pemerintah daerah. Keberadaan dan keterlibatan mereka juga harus mendapat porsi khusus dan terukur.

“Jadi tidak hanya sekadar menjadi korban eksploitasi politik, tapi peran dan keberadaan mereka harus betul-betul diakui dan dirasakan. Nah, saatnya adik-adik diberikan pendidikan politik yang baik dan benar dengan memberi mereka ruang berpikir, tidak hanya secara logika tapi juga terukur,” kuncinya. (man)

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!