Radar Selatan

Bulukumba

Hindarkan Bulukumba Dari Musibah, Ini Pesan Ustad Das’ad Latif ke Jamaah ICDT

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Ribuan jemaah hadir dalam acara Tabligh Akbar bertajuk “Bulukumba dan NKRI” yang berlangsung di Mesjid Islamic Center Dato Tiro (ICDT), Rabu 5 Desember 2018.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.30 itu menghandirkan Ustad kenamaan Sulsel, Dr Das’ad Latif untuk membawakan tausiah, pantuan RADAR SELATAN dihadapan ribuan jamaah Ustad Das’ad dalam tausihanya beberapa kali membuat gelak tawa jemaah lantaran isi ceramah disampaikan dibumbui dengan cerita humor yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Ustad Das’ad berpesan agar masyarakat Bulukumba tetap menjaga kebersamaan dalam bingkai iman dan taqwa. Rentetan musibah yang merundung sejumlah daerah di Indonesia patutnya menjadi bahan renungan kepada semua pihak khususnya umat islam agar terus memperbaiki kulitas iman dalam diri.

“Tuhan Allah SWT tidak mungkin memberikan musibah tanpa ada tujuan dan maksud. Itu tak lain agar kita semua sadar, kembali ke jalan yang ia ridhoi, barada pada kebenaran,”jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ustad Das’ad berpesan agar warga Bulukumba senantiasa melakukan hal yang diperintahkan Allah SWT agar daerah ini terhindar dari musibah. Menurutnya ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menghindarkan diri dari musibah, yakni menghidupkan sunah diantaranya membiasakan diri berpuasa senin-kamis.

Tak hanya itu membiasakan diri untuk selalu melakukan salat berjamaah adalah hal yang paling disukai Allah SWT. Dengan berjamaah akan mengajarkan makna kebersamaan dan kegotong royongan.

“Kalau semua warga Bulukumba rajin salat berjamaah maka saya haqqul yakin tak ada alasan daerah ini diberikan bencana, apalagi kalau berjamaah pada salat subuh,”paparnya.

Menurutnya, bencana yang menimpa sejumlah daerah di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari ketetapan Allah yang telah digariskan. Salah satunya adalah sesuatu yang belebihan atau telah melampaui batasnya akan berdampak pada kerusakan.

“Apa apa saja yang kita lakukan atau perbuat diluar dari aturan pasti akan berdampak. Apakah itu hukum, sosial dan sebagaianya. Begitu juga dengan alam ini, kalau cara kita mengelola tidak sesuai lagi dengan petunjuk Quran dan hadits maka tuggulah akibatnya. Karena hukum alam, hukum sunnatullah begitu,”pesannya.

Hal lainnya adalah, bebuat kegzaliman secara terang terangan, dimana berbuat dosa dianggap hal yang biasa, adanya perbuahan budaya dan kebiasaan yang sudah jauh dari adab yang diperintahkan dalam Islam.

“Contoh kecil saja, lagu lagu dulu itu liriknya mendidik, lagunya Rhoma irma misalnya selalu ada pesan moral dan iman yang terkandung. Tapi sekrang coba dengar dan telaah lirik-liriknya sudah hampir tak mendidik lagi. Dan ini berbahaya,”paparnya.

Olehnya ia mengajak kepada seluruh jemaah untuk kembali pada rel yang di ridhoi Allah SWT. Sekligus ia juga menyinggung tahun politik yang akan dihadapi masyarakat untuk tetap mengutamakan kebersamaan dibanding harus berselisih paham dan fisik lantaran beda pilihan politik.

“Tidak usah baku gea di Sosmed karena beda pilihan, menyebar ujaran kebencian. Karena akan merusak anda sendiri, ada polisi yang siap menangkap kejahatan cyber. Bukankah damai itu indah, bukankah kebersamaan itu membuat kita kuat. Maka mari merawat silaturahmi,” tutupnya.

Sekedar diketahui, Tabligh Akbar sendiri terselenggara atas kerjasama Harian Radar Selatan, Pemkab Bulukumba, Polres Bulukumba, Kodim 1411 Bulukumba dan Baznas Bulukumba.(faj).

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!