Radar Selatan

Bantaeng

Ilham Azikin Ajak Masyarakat Bijak Menggunakan Medsos

PENYULUHAN. Bupati Bantaeng Ilham Azikin membuka kegiatan penyuluhan hukum tentang hoax di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Kamis, 31 Januari 2019.

BANTENG, RADARSELATAN — Bupati Bantaeng Ilham Azikin membuka kegiatan penyuluhan hukum tentang hoax di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Kamis, 31 Januari 2019.
Kegiatan yang diinisiasi Himpunan Pergerakan Mahasiswa Hukum Study Club (HIPPERMAHK SC) Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (FH-UMI) ini mengusung tema sambut masyarakat cerdas tanpa hoax.
Dalam sambutannya, Ilham Azikin menuturkan bahwa adanya kegiatan tersebut, mampu mengedukasi akan bahaya hoax, serta peranan penting dalam menangkal hoax.


“Dengan kondisi percepatan teknologi dan informasi. Kadang kita mencari penyelesaian suatu permasalahan, kita melakukan sendiri tanpa adanya interaksi, ada gadget, kita belum tentu bisa memastikan bahwa misalnya kita cari, kita googling dan mendapat ternyata seperti ini permasalahannya dan begini cara pemecahannya. Nah, jangan sampai ruang pemecahan masalah itu malah berindikasi dan berpotensi hoax,” ucap Ilham.
Dia juga mengajak semua generasi milenial atau pemuda dan peserta yang ikut dalam kegiatan itu, untuk senantiasa bijak menggunakan media sosial. Dia menyebut, implikasi hukum terhadap penyebaran informasi hoaks bisa merugikan siapa saja yang menggunakan media sosial.
“Kalau dulu kita sering dengar pepatah lama, ‘gara-gara mulut, badan binasa’. Sekarang pepatahnya bisa berubah, ‘gara-gara jempol badan binasa’. Ini karena perkembangan teknologi yang begitu pesat,” kata dia.

“Apabila tidak punya referensi yang kuat, kapan salah memanfaatkan maka pastinya akan berhadapan dengan hukum. Hanya karena menjadi bagian menyebarluaskan informasi yang bisa merugikan orang lain, maka pasti kita menghadapi hukum,” pungkasnya.
Selain Bupati Bantaeng, Ilham Azikin, hadir juga pemateri atau narasumber yakni Kadis Kominfo Bantaeng, Kabag Hukum Setda Bantaeng, perwakilan Polres Bantaeng, Pegiat Literasi Boetta Ilmu dan perwakilan KNPI Bantaeng.
Kepala Bagian Hukum Pemkab Bantaeng, Rivai Nur menambahkan, masyarakat harus hadir menangkal pemberitaan yang sifatnya hoaks. Dia juga mengajak semua pemerintah desa dan kelurahan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat terkait sangkutan hukum jika menyebarkan hoaks.

“Saya memberi apresiasi kepada fakultas Hukum UMI yang telah memberi ruang penyuluhan tentang implikasi hukum dari sebaran hoaks ini,” jelas Rivai.
Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bantaeng, Hartawan Zainuddin juga mengajak semua pihak untuk menjadi motor penggerak menangkal hoaks. Dia mengaku, kelompok pemuda akan menghadapi berbagai tantangan di era ini. Salah satunya adalah hoaks.

“Salah mendapatkan informasi akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Oleh karena itu, mulai saat ini, yang hadir di dalam ruangan ini sebisa mungkin menjadi motor penggerak untuk melawan hoaks,” jelasnya.
Dalam pemaparan materi yang dilakukan oleh Pegiat Literasi Boetta Ilmu, Sulhan Yusuf mengatakan bahwa kesadaran masing-masing masyarakat yang menyaring informasi adalah kunci penangkalan hoax.

“Saya sendiri, misalnya, ber-tabayyun untuk memfilter berita-berita apakah ada indikasi hoax atau tidak. Contoh kasus, foto atau video itu kan ada aplikasi atau programing untuk mendeteksi kebenarannya. Atau berita-berita, bukan hanya satu referensi yang diambil, tapi juga cari penerbit lain dengan konten yang sama,” jelasnya.
Sedangkan perwakilan dari Polres Bantaeng, menegaskan jika ada yang terindikasi dan terbukti melakukan pelanggaran tersebut, segeralah melaporkan hal itu, sebab pengaruh penyebarannya bisa lebih luas lagi. (sid/has)

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!