Radar Selatan

Bantaeng

Kembangkan Industri Modern di Bantaeng

BANTAENG, RADAR SELATAN — Kawasan Industri Bantaeng atau Kiba akan menjadi pusat industri modern. Bupati Bantaeng, Ilham Azikin mengatakan, Kawasan Industri Makassar (Kima) ambil andil dalam pembangunan itu.
“Kita mengajak KIMA dengan pengalaman yang sudah ada dan juga Pemprov Sulsel sebagai salah satu pemilik saham di KIMA. Dalam tahap awal akan membantu dan bersama dengan Pemkab Bantaeng membuat design kawasan industri mengacu pada RTRW (rencana tata ruang wilayah) yang sudah ada,” kata Ilham saat dihubungi.
Ia mengatakan, saham sebesar 49 persen bisa ditawarkan kepada investor. Ini merupakan bentuk percepatan pada sektor perekonomian bagi masyarakat Bantaeng.
Selain itu, Ilham mengaku sangat optimis para investor akan datang di Bantaeng. Sebab ada kepastian baik dari Pemkab Bantaeng maupun Pemprov Sulsel.
“Pada prinsipnya kami sangat yakin dengan Pak Gubernur kita. Apalagi dengan potensi Kima sangat besar untuk pengelolaan di Bantaeng,” kata Ilham.
Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, bakal menjamin berbagai kebijakan soal potensi kawasan industri Bantaeng.
“Kita kembangkan Kima dua di Bantaeng. Dan penyiapan lahan dan buat kawasan industri yang betul-betul modern. Saya kira kita bulatkan tekad kita jadikan kawasan industri baru di Bantaeng,” ujar Prof Nurdin Abdullah saat pemaparan rencana pembangunan pusat industri di Kabupaten Bantaeng, di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 20 Januari 2020.
Nurdin mengatakan, lahan yang dibutuhkan seluas 3.186 hektare. Saat ini lahan yang ada baru 340 hektare. Sehingga ia meminta agar Pemkab Bantaeng membebaskan lahan sesuai dengan kebutuhan tersebut.
Keuntungan Bantaeng, kata dia, harga lahan masih terbilang murah. Ketersediaan lahan yang luas, pinggir laut dan dekat akses jalan utama menambah daya tarik Bantaeng bagi investor. Menurutnya di Makassar saat ini sudah padat, sehingga sulit untuk menghadirkan investor dan industri baru.
“Memang harus nyambung ini, satu hambatan saat ini. Saya kira berat Makassar untuk mendorong investasi baru. Untuk perizinan pembangunan, kita bangun dulu baru urus perizinannya. Itu sudah menjadi kewajiban pemerintah. Pemprov Sulsel akan support penuh untuk pengembangan industri di Bantaeng,” jelas Nurdin.
Bantaeng menjadi alasan strategis untuk pengembangan pusat industri modern karena sudah memiliki izin Kepres dan izin industri. Pengembangan pusat industri modern di Bantaeng juga didukung dengan seluruh fasilitas buat wilayah yang sangat strategis untuk pengembangan industri modern.
Diketahui, Kabupaten Bantaeng dalam sejarah sebagai pusat pemerintahan, pusat pertanian, perikanan dan perdagangan di zaman dulu.
Kejayaan itu akan dikembalikan, melalui pengembangan pusat industri yang dinamakan Kiba.
Sementara, Plt Dirut PT. Kima, Muhammad Mahmud, menjelaskan, industri modern adalah masa depan Indonesia. Apalagi lima tahun kedepan, masyarakat kita akan beralih dari penggunaan kendaraan yang berbahan dasar bensin, ke berbahan dasar baterai atau elektrik.
“Kedepannya kita semua akan beralih dari penggunaan kendaraan berbahan bakar bensin ke elektrik. Jadi kami meminta Pak Gubernur ajak Toyota untuk membangun industri baterai di Bantaeng,” pungkasnya.
Hadir pada acara tersebut, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel, Bupati Bantaeng, Plt Dirut PT. Kima, dan seluruh rombongan lainnya. (siddiq)
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!