Radar Selatan

Hot News

Kepsek 26 Bulukumba Bantah Aniaya Siswi

BULUKUMBA, RADARSELATAN.CO.ID — Kepala SMP Negeri 26 Bulukumba, Andi Kasmad angkat bicara atas tuduhan penganiayaan terhadap siswinya, Winda (15) asal Desa Karassing, Kecamatan Herlang.
Kepada RADAR SELATAN, Andi Kasmad menjelaskan, dugaan tindak penganiayaan yang dialamatkan kepadanya diakui tidak benar seperti yang beredar. Ia menilai masalah itu dipolitisir.

“Jadi saya ceritakan hari Kamis pukul 7.42. Siswa tersebut terlambat dan masuk halaman sekolah menuju barisan siswa lainnya yang terlambat, tapi saya tahan dan saya tanya tentang keterlambatannya. Kenapa terlambat tanyaku. Dia menjawab dari kuantar nenekku pak. Kamu bangun jam berapa? Dia jawab jam 6 pak. Berarti kamu tidak shalat subuh,” tanyaku.
Selanjutnya, sambil berhadapan anak tersebut ia menepuk bahu bagian belakang sambil memberikan wejangan. “Saya bilang kamu itu sudah harus shalat. Kemudian anak tersebut masuk barisan sambil diikuti untuk menuliskan namanya.
Sekitar 3 menit setelah mendengar wejangan, Andi Kasmad mempersilahkan semua siswa masuk kelas,” ceritanya.

Lanjut dia, sekira pukul 11.00 wita, guru yang bernama Nurani datang ke kantor mencari balsem, katanya ada siswa yang sakit. “Beliau tanya saya “Ada balsemta Pak”, ku jawab tidak ada Bu, coba cariki di kotak P3K, tapi Ibu Nurani bilang tidak ada pak sambil berlalu,” jelasnya.
Menurutnya, saat hari kejadian ia mengaku tidak tahu ada siswa yang bermasalah dengan kesehatannya. Ia baru tahu besoknya setelah siswa mengikuti Senam Kesehatan Jasmani atau SKJ. Dimana guru bernama Ikbal memberitahu jika ada siswa yang bermasalah kesehatannya akibat darinya.
“tiba tiba tau setelah saya dipolisikan. Jadi yang beredar yakni hidungnya bengkak penuh darah, saya karate anak itu hingga tersungkur dan pingsan, Saya pukul kepalanya bagian belakang hingga muntah dan pingsan. Dengan penuh kesadaran saya tidak melakukan itu, karena siswa adalah anak didik kami,” pungkasnya.

Sebelumnya, nasib malang dialami Winda, seorang siswi SMP Negeri 26 Bulukumba, ia dilarikan ke fasilitas kesehatan karena mengalami pusing dan mual setelah mengaku dihajar kepala sekolahnya hingga pingsan.
Menurut pengakuan Winda, ia dihajar oleh kepala sekolah lantaran telat masuk sekolah. “Dia terlambat masuk sekolah sekitar 5 menit dan yang terlambat itu sebanyak 53 orang, tapi hanya dia yang dipukul,” kata nenek korban, Bombong Mustamin.
Selain itu, lanjut nenek korban menceritakan, WD dipukul menggunakan tangan oleh kepala sekolahnya, Andi Kasmad dan parahnya, pukulan sang kepsek tersebut mengenai bagian belakang leher dan kepala WD sehingga korban tak sadarkan diri. (faj/has)

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!