Radar Selatan

Bulukumba

Lagi, 14 Korban Gempa Tiba di Bulukumba

Komunitas salam mabbaraka saat menyalurkan bantuan kepada korban gempa dan tsunami palu di Desa Bonto Bulaeng, Kecamatan Bulukumpa.
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) terus berdatangan di Butta Panrita Lopi julukan Kabupaten Bulukumba. Sebanyak 14 orang tersebut merupkan warga Desa Bonto Bulaeng, Kecamatan Bulukumpa, yang berdomisilin di Kota Palu.

Kepala Desa Bonto Bulaeng, Muh Rais yang dihubungi RADAR SELATAN menjelaskan ke-14 orang tersebut merupakan satu rumpung keluarga yang terdiri dari tiga kepala keluarga. Para korban sendiri merupakan asli warga Bulukumba yang telah berpuluh tahun menjadi warga Palu.

“Kemarin tiba di kampung ada 14 orang semuanya jadi satu rumpung terdiri dari anak menantu dan cucu. Kepala keluarganya yaiti Pak Ambo Dalle dan Istrinya Naharia, dia datang bersama anak menantu dan cucu cucunya,”jelas Muh Rais, Kepala Desa Bonto Bulaeng.

Untuk saat ini seluruh korban berada di rumah kerabatnya di Dusun Serre, Desa Bonto Bulaeng untuk tinggal sementara waktu lantaran seluruh rumah dan harta bendanya di Palu telah porak-pioranda akibat dihantam gempa dan tsunami.

“Untuk sementara dia akan tinggal disini. Jadi ada anak dari korban tiga orang rencana kita mau sekolahkan di SMP disini. Saya dengar masih mau balik kesana tapi setelah komdisi bemar-benar sudah agak pulih,”paparnya.

Sementara itu, Ketua Salam Mabbarakka, Ustad A Armayadi yang mengetahui kedatangan para korban langsung merespon dengan menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan lainnya. Bantuan itu sendiri adalah hasil sumbangan dari masyarakat dan para anggota salam mabbarakka yang khusus disiapkan bagi para korban gempa dan tsunami di Sulteng.

“Kita berharap dan berdoa agar seluruh korban bisa segera pulih dari trauma dan dikuatkan dalam ujian ini. Bantuan sembako ini hanya bisa mengurangi sedikit beban saudara kita. Bencana yang selama ini terjadi semoga bisa memberikan pelajaran dan membuat kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi,”jelasnya.

Terpisah, Naharia korban gempa yang dikonfirmasi Radar Selatan, mengaku kalau kejadian tersebut terjadi saat dirinya hendak mengambil air wudhu untuk melaksanakan salat magrib tiba-tiba terdengar suara gemuruh lalu dikuti guncangan yang sangat hebat beberapa menit lamanya.

“Kencang sekali getaran sampai-sampI rumah-rumah semuanya roboh. Alahmdulilah Allah masih melindungi keluarga kami, memang ada yang luka tapi semuanya selamat. Saya di Palu tinggal berjualan buah,”ceritanya. (faj).

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!