Radar Selatan

Bulukumba

Mengenal Lebih Dekat Sosok Muhammad Fadhil, Caleg Golkar Dapil Gantarang-Kindang

Muhammad Fadhil

Setiap manusia pasti memiliki kisah tersendiri dalam menjalani proses kehidupannya, baik senang maupun pilu. Hal itulah yang kelak akan menjadi pembelajaran, sehingga kedepannya manusia bisa lebih berguna di masyarakat.

Begitu pula Muhammad Fadhil, di tengah lika-liku perjalanannya yang hidup sebagai anak yatim dari 6 bersaudara. Tak menyurutkan semangat pemuda asal Gantarang, Bulukumba ini untuk terus belajar dan berjuang.

Fadhil, sapaan karibnyaa, merupakan putra bungsu dari pasangan Nurdin yang bekerja sebagai seorang petani dan Satimah sebagai ibu rumah tangga.

Ayahnya meninggal dunia pada saat usianya baru menginjak dua tahun. Sejak saat itu, lulusan TK Attaqwa Bonto-Bonto Desa Polewali (1995) ini beserta kelima kakak perempuannya, yakni Nurmiati, Nuraeni, Nurwahdaniah, Nurlaelah, dan Rosmawati, tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dibawah didikan sang ibunda.

“Tekad Bulat, cara saya menundukkan situasi itu. Saya tidak boleh rapuh dengan kondisi itu,” kata Fadhil.

Pemuda kelahiran 3 Maret 1989 ini diketahui senang menghabiskan waktu luangnya dengan membaca buku. Maka tidak heran, jika pemuda yang menyelesaikan Sekolah Dasarnya di SDN 329 Palambarae Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba (2001) ini memiliki wawasan yang luas dan juga rasa empati yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.

Tak ketinggalan, pengetahuan keagamaannya tak diragukan lagi, Fadhil merupakan alumni pondok Pesantren Babul Khaer Kalumeme yang ada di Bulukumba. Enam tahun mondok, Ia menyelesaikan pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTS) atau tingkatan SMP dan Madrasah Aliyah (MA) setingkat dengan SMA di Pesantren Babul Khaer.

“Karakter kemandirian banyak terbentuk di Pesantren. Sedikit ilmu agama yang saya miliki, menjadi bekal menjalani petualangan saya selanjutnya,” jelas Fadhil.

Fadhil menyelesaikan jenjang S1 di Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar pada tahun 2014.

Fadhil dikenal sosok yang aktif di dunia kampus. Terbukti saat masih tercatat sebagai mahasiswa, sejumlah organisasi pernah mencatat namanya sebagai kader. Tak sedikit diantaranya, meninggalkan pengalaman manis.

Mengantongi pengalaman matang dan karakter pejuang yang dimiliki, Fadhil mampu menahkodai beberapa organisasi yang digeluti. Diantaranya, menjadi Ketua Umum Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba (KKMB) Komisariat UIN Alauddin Makassar periode 2008-2010. Selanjutnya, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar periode 2010-2011.

Tak sampai disitu, Fadhil memulai petualang baru secara berkala pada skala yang semakin tinggi, diantaranya terlibat sebagai Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa UIN Alauddin Makassar periode 2012-2013, Pengurus Besar HMI periode 2016-2018 dan Pengurus KNPI Sulsel periode 2016-2019.

Meski aktif di sejumlah organisasi, tak membuat perjalanan akademiknya terhambat. Dengan modal keberanian dan restu ibunda, pria yang gemar menikmati hasil laut (seafood) ini berhasil meraih gelar megister (S2) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 2017 lalu.

Pada tahun yang sama, ia menikahi Nurfatimah, gadis berdarah bugis asal Sidrap yang tak lain merupakan juniornya di kampus.

Setahun lebih berselang sejak mengikat janji suci pada 16 April 2017, Fadhil dikaruniai buah hati pada 9 Desember 2018 bernama nama Muhammad Yusuf Habibi Az Zikra. Sempurnalah keluarga kecil Fadhil atas Kehadiran jagoannya yang lahir dari rahim Immah, istrinya.

“Jejaring yang terbangun selama berorganisasi, membuat saya yakin berkiprah di Jakarta. Alhamdulillah, sebagai perantau, kehidupan di Jakarta yang keras, mampu kami jalani,” tandasnya.

Pemuda produktif yang dikenal pekerja keras dan gemar mencoba hal-hal baru, mudah bergaul serta sangat peka dengan kondisi sekitarnya ini berlandaskan pada motto hidup “berdo’a dan ikhtiar” yang selalu dipegangnya.

Bukti pria pekerja keras ini juga tercermin pada sederet pengalaman kerjanya. Pasca menuntaskan studi S1-nya, ia membuat terobosan dengan merintis Yayasan Nurdin Satimah (2015 – sekarang). Nama yayasan tersebut diambil dari nama kedua orang tuanya.

Memulai peruntungan saat melanjutkan kuliahnya di Jakarta, ia juga pernah menjadi Pimpinan Cabang Jakarta PT. Sulawesi Mandiri Pratama pada tahun 2017.

Tahun ini, Fadhil mencoba karir baru sebagai Staf Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan (DITJEN PKP) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KEMENDES PDTT).

Gayung bersambut, bermodalkan pengalaman yang matang, Fadhil mencoba peruntungan dengan mengikuti pesta demokrasi sebagai Caleg DPRD Kabupaten Bulukumba Dapil Gantarang-Kindang Partai Golkar nomor urut 7.

Alasannya sederhana, dengan niat yang tulus, Fadhil mengaku terlibat sebagai peserta Caleg 2019 mendatang merupakan bentuk kepedulian mengabdi kepada msyarakat, umat dan bangsa.

“Saya selalu berdoa, niat baik saya ini memperoleh tempat di hati masyarakat Bulukumba. Saya telah berhitung, saatnya pengalaman ini saya terapkan di kampung halaman,” imbuhnya.

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!