Radar Selatan

1

Miss Universe 2019 Patahkan Asumsi Cantik Itu Harus Putih

ATLANTA — Kontes Miss Universe di Tyler Perry Studios, Atlanta, Georgia 9 Desember 2019 akhirnya bisa membongkar persepsi dan asumsi cantik itu harus putih. Nyatanya, berkulit putih tidak semata-mata kriteria utama kecantikan.

Konteks kecantikan Miss Universe ini bisa memberi pesan kalau yang cantik tidak semata-mata bergantung pada warna kulit.

Adalah Miss Afrika Selatan, Zozibini Tunzi dimahkotai sebagai Miss Universe menggantikan Miss Filipina Catriona Gray. Miss Afrika Selatan (26 tahun) ini berhasil terpilih dari 90 perempuan lain dari negara-negara berbeda untuk menjadi Miss Universe.

Keberhasilan Zozibini Tunzi tidak lepas dari penampilannya dalam kontes versi pakaian renang, gaun malam dan dalam sesi tanya-jawab yang berhubungan dengan isu-isu sosial.

Selain itu, kemenangannya itu juga ditandai oleh keberhasilannya  menjelaskan alasan mengapa dia merupakan orang yang tepat menjadi Miss Universe .

Miss Universe, Zozibini Tunzi mengatakan kalau dia bertumbuh di sebuah dunia di mana seorang perempuan yang seperti dirinya tidak pernah dinilai sebagai orang cantik.

Dia juga mengatakan kalau lingkungan di mana dia berada menampilkan figur perempuan yang serupa dengan dirinya seperti warna rambut dan model rambut yang serupa.

Karenanya, dia menginginkan kalau pemikiran tentang kecantikan yang dinilai dari aspek fisik semata mesti dihentikan. Dia menginginkan agar anak-anak melihat dirinya, wajahnya dan menjadikan dirinya sebagai bahan refleksi bagi mereka untuk bisa berkembang.

Kemenangan Tunzi sebagai Miss Universe menjadikannya dirinya sebagai perempuan berkulit hitam pertama asal Afrika Selatan yang menjadi Miss Universe.

Lebih jauh, pesan dari kemenangan dari Tunzi sebagai Miss Universe yang baru ini juga ditujukan kepada siapa saja yang selalu berkubang pada pikiran kalau menjadi cantik atau ganteng mesti berkulit putih. Sementara yang tak berkulit putih kerap dikesampingkan bahkan dijadikan bahan lelucon.

Tentang warna kulit sebagai bahan lelucon kadang kali terjadi. Hal ini kadang terjadi saat orang menilai dan mengidentifikasi seseorang berdasarkan warna kulit.

Penilaian dan identifikasi seperti ini tidak seutuhnya benar. Malahan hal ini bisa menimbulkan gap dalam sebuah relasi.

Keberhasilan Tunzi menjadi Miss Universe sekiranya membuka mata banyak orang. Warna kulit bukanlah standar utama untuk menilai kecantikan seseorang.

Kecantikan itu dinilai dari dalam dan terpancar lewat tutur kata dan perbuatan. Kecantikan itu tampak lewat pembawaan diri.

Keberhasilan Tunzi juga mengingatkan siapa saja untuk menerima diri apa adanya.

Kemenangan Zozibini Tunzi sebagai Miss Universe membuka mata banyak orang untuk melihat makna di balik kecantikan yang sebenarnya. (int)

 

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!