Radar Selatan

Bulukumba

Oknum Karyawan Finance Diringkus Penggelapan

AMANKAN. Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan saat press release penangkapan tiga pelaku penggelapan dan penipuan kendaraan yang diamankan aparat Polsek Ujung Bulu.

BULUKUMBA, RADARSELATAN.CO.ID — Aparat Polsek Ujung Bulu mengamankan 35 unit sepeda motor hasil penipuan dan penggelapan.
35 unit motor disita dari tiga orang pelaku penggelapan dan penipuan masing-masing Dedi bin Lahamid (40) alamat Bululohe Kecamatan Rilau Ale profesi kolektor external, Nurman bin Abdul Malik (28) warga Batuhulang Desa Salassae Kecamatan Bulukumpa karyawan PT. Mega Auto Finance (MAF) cabang Bulukumba dan Erwin alias Ewin bin Rustam (23) alamat Bontorita Desa Bonto Bulaeng, Kecamatan Bontotiro juga karyawan PT. MAF.

Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan menjelaskan, ketiga pelaku dikenai pasal 372 subsider pasal 378 junto pasal 55 ayat 1 tentang penyertaan dalam tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan ancaman paling lama 4 tahun penjara.

“Dari kejadian ini, jumlah barang bukti yang diamankan sebanyak 35 unit. Barang bukti ditemukan di Desa Balibo, Garuntungan, Orogading, Kahayya, Borongrappoa dan Benteng Palioi,” kata AKBP Syamsu Ridwan saat konferensi persdidampingi Kapolsek Ujung Bulu AKP H. Safaruddin, Kasat Reskrim AKP Berry Juana Putra dan KBO Reskrim Iptu Sabri, Jumat, 11 Januari 2019.

Adapun kronologi kejadian kata kapolres, Agustus 2018 lalu, pelaku Nurman dan Erwin alias Ewin membuat permohonan pengajuan kerjasama pembelian motor fiktif kepada perusahaan PT. MAF. Kemudian Dedi bin Lahamid mencari orang yang bersedia Kartu Tanda Penduduknya (KTP) dipakai untuk dijadikan data awal pengajuan pinjaman.
Setelah KTP berhasil diambil, kemudian difoto copy lalu data dipalsukan baik nama maupun alamat.

“KTP discan lalu dimasukkan dalam berkas permohonan pengajuan kredit kendaraan sepeda motor ke perusahaan. Setelah motor keluar, pelaku Dedy bin Lahamid menggadai kendaraan itu,” tutur kapolres.
Lanjut kapolres, pemalsuan data pemohon melalui KTP adalah modus agar perusahaan kesulitan ketika akan menagih kredit atau menarik kendaraan.

Sementara itu, Kepala Kantor PT. Mega Auto Finance Cabang Bulukumba, Jamaluddin mengaku jika pihaknya baru mengetahui kejadian tersebut Desember 2018 lalu setelah menerima laporan dari kolektor. Pihaknya pun kemudian mengkroscek ke lapangan.
“Tenyata hasil kroscek tidak sesuai data-data di komputer, semuanya fiktif. Dari hasil kroscek, tenyata ada sekitar 180 unit kendaraan yang menggunakan data palsu. 35 diantaranya sudah diamankan. Estimasi kerugian taksir mencapai 3 miliar,” ungkap Jamaluddin.
Meski demikian, pihak PT. MAF masih memberikan keringanan kepada pemilik kendaraan agar melakukan pembayaran secara kredit atau melunasi motornya. (One/has)

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!