Radar Selatan

Bulukumba

Proyek CV Karya Muhcvi Persada Rp553 juta di Desa Gunturu Dinilai Mubazir

proyek embun yang terletak di Dusun Bassiu Desa Gunturu dinilai hanya membuang buang anggaran negara

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Proyek pemeliharaan embung yang dikerjakan CV Karya Muhcvi Persada yang berlokasi di Dusun Bassiu, Desa Gunturu, Kecamatan Herlang, dinilai hanya membuang anggaran negara alias mubazir.


Hal itu disampaikan, Ramli warga Dusun Bassiu, Desa Gunturu, yang merupakan warga yang mengaku lahannya digunakan untuk proyek tersebut. Ia menilai sejak dibangun hingga pada proses pemeliharaan proyek embun tersebut belum memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

“Bahkan saya rasa merugikan ji itu. Karena lahan saya ada sekian meter yang dipakai dan membuat longsor kebunku. Tapi sebenarnya itu tidak ada masalah andaikan ini proyek bermanfaat, ini kita tidak tau untuk apa ini,”jelasnya.

Bahkan proyek embun tersebut nampak tidak ada air,  padahal embun adalah wadah tempat penampungan air, bagi para petani dan bangunanpun di kerjakan asal jadi, betapa tidak didinding dari bangunan embun tersebut sudah retak.

“Anggaranya juga saya lihat satu paket itu Rp 500 juta lebih, manfaatnya tidak dirasakan masyarakat. Makanya saya minta pihak terkait untuk hentikan saja karena percuma membuang-buang saja, saya rasa banyak infrastruktur lain yang lebih di butuhkan masyarakat,”jelasnya.

Menurut Ramli, ia belum mengetahui persis pihak dan dinas yang mengerjakan, hanya saja berdasarkan papan proyek itu di kerjakan CV Karya Muhcvi Persada yang merupakan progra milik Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jenneberang.

“Pekerjaan peebaikan itu dimulai 7 Mei 2018 lalu. Diperbaiki saja terus baru tidak jelas manfaatnya apa. Saya khawatir jangan sampai ini hanya dijadikan proyek untuk mencari untung saja tanpa ada manfaat berarti untuk masyarakat,”jelasnya.

Kepala Desa Gunturu, A Muh Iqbal yang beberapa kali dihubungi melalui telepon selulernya tidak berhasil.


Sementara itu, Janwar salah seorang pegawai Tehnis Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jenneberang, yang di hubungi RADAR SELATAN membenarkan adanya proyek perbaikan tersebut dan hingga saat ini proses pekerjaan hampir rampung. Terkait tidak adanya air adalah hal yang wajar lantaran saat ini memasuki musim kemarau.

“Kemarin saya datang kesana cek pekerjaanya itu. Tidak ada kok masyarakat protes. Itu kan untuk masyarakat untuk menampung air, namanya air pasti dibutuhkan terserah di manfaatkan untuk apa yang jelas itu untuk masyarakat. Lahan apanya yang dipakai, tidak benar itu,”katanya.

Lanjut dia pekerjaan itu sendiri dikerjakan CV Karya Muhcvi Persada sebanyak satu paket yang tersebar dibeberapa titik proyek embun untuk perbaikan diantaranya di Desa Bellangin, Bonto Baji, Gunturu, Bontotangga, Bukit Harapan dan Desa Sangkala.

“Imtinya tidak ada masalah, karena kan itu untuk masyarakat juga. Iya benar bukan di Pemkab Bulukumba tapi program di Balai besar,”terangnya.

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!