Radar Selatan

Bulukumba

PT. Lonsum Dituding Labrak Kesepakatan

TANAM POHON. Pihak PT. Lonsum menanam pohon karet didampingi aparat kepolisian. Aksi ini mendapat protes dari warga karena PT. Lonsum dianggap melanggar kesepakatan awal.

BULUKUMBA, RADARSELATAN.CO.ID — PT. Lonsum dan warga kembali bersitegang. PT Lonsum dituding telah melanggar kesepakatan yang telah disetujui. Ketua Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Bulukumba, Rudy Tahas menjelaskan, adanya aktifitas penanaman pohon karet oleh pihak PT. Lonsum di area lahan yang telah ditanami jagung oleh warga dinilai memicu terjadinya gesekan. Padahal dalam pertemuan sebelumnya, disepakati agar PT. Lonsum tidak melakukan aktifitas penanaman karet sebelum penen jagung selesai.

“Pagi tadi (kemarin, red), pihak PT. Lonsum yang dikawal oleh anggota polisi melakukan penanaman karet di areal yang telah ditanami jagung oleh masyarakat, aktifitas penanaman karet ini sangat melanggar kesepakatan yang telah terbangun pada saat pertemuan di ruangan Bupati Bulukumba,” jelas Rudy Tahas, Rabu, 9 Januari 2019.

Belum lagi di lokasi, PT. Lonsum telah melanggar izin tanam, dimana terdapat delapan haktare lahan ditanami pohon sawit. Adanya penanaman karet yang dilakukan PT. Lonsum dikhawatiran akan memicu konflik.
“Lahan yang ditanami jagung itu seluas 200 hektare. Usia jagung itu sudah satu bulan. Dan harus diketahui bahwa di dalam lahan yang dikuasai PT. Lonsum itu, ditanami sawit dan itu jelas-jelas melanggar izin,” paparnya.

Ia berharap, baik PT. Lonsum dan pihak kepolisian untuk menarik diri dari area lahan yang diperjuangkan ma-syarakat untuk menghindari gesekan.
“Segera ditarik anggota polisi di lokasi,” pintanya.
Warga lainnya Amiruddin mengatakan, masyarakat adat Kajang yang menduduki lahan menyadari jika masalah tersebut sudah ditangani Kemendagri dan Kementerian ATR/BPN dalam kesepakatan rapat yang ditanda tangani pihah pemerintah pusat, pihak pemerintah daerah dan pihak PT. Lonsum serta masyarakat adat dengan sejumlah kesepakatan diantaranya, PT. Lonsum segera menyurat ke Kementerian BPN untuk melakukan rekonstruksi batas.

“Tapi PT. Lonsum belum melakukan itu sampai sekarang. Jadi kami menyimpulkan bahwa PT. Lonsum itu tidak mengindahkan himbauan bupati dan tidak mau mengikuti arahan dan perintah pemerintah pusat,” tegasnya.
Terpisah, Humas PT. Lonsum, Rusli membenarkan adanya penanaman atau peremajaan pohon baru. Hanya saja ia membantah jika di lahan PT. Lonsum sedang dilakukan penanaman pohon sawit.

“Tanaman sawit hanya issu dan hanya untuk riset saja, tidak ada produksi disana. Dan yang ditanami sawit bukan di atas area atau lahan yang diduduki warga,” kata Rusli.
Sementara itu Wakapolres Bulukumba, Kompol Syarifuddin membantah jika personel yang diturunkan di lokasi untuk mendampingi PT. Lonsum menanam pohon karet. Katanya, polisi yang turun hanya melakukan pengamanan agar tak terjadi gesekan.
“Tidak benar itu kalau kita berat sebelah. Kita ini posisi netral, aparat turun untuk melakukan pengamanan saja,” katanya. (faj/has)

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!