Pupuk Langka, DPRD Meradang

by
Ketua Komisi B DPRD Bantaeng, Asryudi Asman
* Pemerhati Petani Minta Tindak Distributor Nakal
BANTAENG, RADAR SELATAN — Ketua Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Bantaeng, Asriyudi Asman meradang mengetahui kelangkaan dan mahalnya pupuk di Bantaeng. Ia pun berjanji akan memanggil seluruh pihak terkait untuk dimintai klarifikasi.

“Rencana Kamis depan kami akan memanggil semua pihak terkait masalah pupuk ini. Terutama empat distributor pupuk yang beroperasi di wilayah Bantaeng. Begitu juga akan mendengarkan pihak KP3 terkait pengawasannya,” tegas Asriyudi, Selasa, 14 Januari 2020.

Menurut legislator PPP ini, informasi mahalnya pupuk diketahui setelah menerima aspirasi dari Forum Pemerhati Petani Butta Toa (FP2BT) Kabupaten Bantaeng. Mahalnya harga pupuk dipicu kelangkaan yang sudah terjadi selama 3 bulan terakhir.

“Kami dari Komisi B DPRD Bantaeng mempertimbangkan rencana membentuk tim independen agar pengawasan pupuk bisa lebih optimal,” janjinya.

Koordinator FP2BT Bantaeng, Jamaluddin Jamal yang dikonfirmasi menyebut, harga penjualan pupuk saat ini mencapai hingga kisaran Rp 120.000-Rp 150.000 per karung. Harga tersebut jauh dari harga ecetan tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah dikisaran Rp 93.000.

“Kelangkaan pupuk di daerah ini sangat memprihatinkan karena sudah terjadi sejak beberapa bulan. Ini juga menyebabkan harga cukup tinggi ditambah lagi tidak adanya upaya KP3 melakukan fungsinya dengan baik,” ketusnya.

Koordinator FP2BT lainnya, Aidil Adha, meminta ada penegasan pada distributor pupuk Kaltim khusus wilayah Bantaeng. Pasalnya, berdasarkan pantauan pihaknya menemukan fakta bahwa pupuk yang harusnya untuk Bantaeng dijual ke daerah lain seperti Bulukumba.

“Kami meminta lembaga yang punya kewenangan terkait masalah pupuk ini dapat menegakkan aturan dengan memberi sanksi bagi pelanggarnya,” tegasnya. (sid/man)