Radar Selatan

Bulukumba

Putra Kades Lolisang Maju di Pileg

Arfandi Amir
BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID  — Arfandi Amir Hamili, Putra Kepala Desa Lolisang, Muh Amir, tercatat sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg). Ia akan maju bertarung melalui partai Nasional Demokrasi (NasDem) dari daerah pemilihan, Herlang, kajang dan Bontotiro.
Arfandi Amir Hamili kepada Radar Selatan mengutarakan keiginanya maju di Pileg 2019 mendatang, tak lain atas dorongan nurani untuk mengawal kepentingan masyarakat melalui mimbar parlemen. Diakui, salah satu instrumen atau jalan untuk mengawal kepentingan masyarakat adalah terlibat langsung dalam sistem penentu kebijakan. Meski diakui DPRD bukanlah lembaga eksekutor, akan tetapi kehadiran dirinya di DPRD paling tidak mampu menjadi jembatan memperjuangkan aspirasi masyarakat ke pemerintah daerah.
“Saya tidak berjanji tapi saya berniat untuk rakyat. Saya melihat masih banyak aspirasi masyarakat yang belum terkawal dengan baik. Seperti sektor pertanian dan kelautan di daerah kajang belum terkelola dengan baik,” katanya, Rabu 25 Juli 2018.
Tak hanya itu, kelak jika ja di mandatir oleh masyarakat di dapilnya, hal lain yang hendak ia perjuangkan adalah perbaikan dan pembangunan infrastruktur yang belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang ada di pelosok. Ia mencontohkan, di daerah pelosok yang jauh dari kota, masih ditemukan adanya jalan yang rusak, saluran irigasi yang belum mengcover area persawahan juga masih ada daerah yang perlu pembangunan jembatan.
“Itu semua yang akan saya perjuangkan. Intinya kasi saya kesempatan dan setelahnya biarkan saya berjuang untuk kepentingan kita bersama,” paparnya.
Arfandi yang ditanya soal rivalnya di dapil IV yang lebih senior di dunia politik. Mengaku tak menjadi soal, bahkan ia menilai dengan komposisi kompetitor yang mempuni justru akan melahirkan pertarungan yang berkualitas. Yang panting menurut dia, kontestasi Pileg 2019 mendatang, seluruh caleg mampu memberikan pendidikan politik kepada masyarakat dan yang utama adalah menjaga stabilitas politik.
“Politik itu flaksibel, kita tidak bisa menerka-nerka dengan perasaan. Politik itu tak sama hitungan matematika, rumus di politik bagi saya adalah dekat dengan masyarakat, dengarkan apa yang menjadi kebutuhannya, setelah itu lakukan. Masyarakat sudah cerdas dalam memilih tidak pragmatis tapi berorientasi pada kualitas figurnya,” paparnya. (faj/ris/B)

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!