Radar Selatan

Hot News

Ratu Hemas Temui ABM: DPD Seharusnya Dihuni Kalangan Independen

MAKASSAR, RADARSELATAN.CO.ID –Pengusaha muda Sulsel, Arianto Burhan Makka, diundang khusus untuk menghadiri jamuan makan siang bersama Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X dan istri Ratu Hemas di Rumah Makan Apong, Makassar, Sabtu (3/11/2018).

Usai jamuan makan siang, dalam lawatannya ke Makassar, Sri Sultan dan istri Ratu Hemas melakukan pertemuan khusus dengan ABM. Pertemuan itu membahas orientasi lembaga DPD RI di masa mendatang.

Gubernur Yogyakarta bernama lengkap Sultan Hamengku Buwono X Raden Mas Herjuno Darpito bersama permaisuri Ratu Hemas mengaku sangat senang dengan kuliner Makassar.

ABM yang maju sebagai caleg DPD RI nomor urut 25 juga membahas situasi dan program parlemen saat ini bersama Ratu Hemas yang juga tercatat sebagai anggota DPD RI empat periode.

Ratu Hemas dalam perbincangannya mengaku salut dengan keikutsertaan ABM sebagai caleg DPD RI. Menurutnya, lembaga DPD RI ke depan sudah saatnya dihuni oleh kalangan independen dan tidak terikat dengan partai politik.

“Menurut Bu Ratu, DPD ini seharusnya dihuni oleh kalangan independen, bukan dari kalangan politisi. Karena independensi DPD sejatinya bebas dari tendensi kepentingan kelompok melainkan untuk kepentingan rakyat,” ujar ABM yang juga Wakil Ketua Umum HIPMI Sulsel.

ABM juga mengatakan,” Pertemuan ini bagi saya sangat istimewa. Karena yang mengundang adalah Sultan Yogyakarta bersama permaisuri yang saat ini duduk sebagai anggota DPD RI empat periode. Sangat jarang tokoh di Sulsel yang diundang hadir dalam suasana kekeluargaan seperti itu.”

Menurut ABM yang juga Ketua Badan Pengusaha Pemuda Pancasila Sulsel ini, pertemuan tersebut juga membahas beberapa hal. Di antaranya terkait kepemudaan dan kondisi ekonomi khususnya perkembangan UMKM.

Selain itu, tambah ABM, Ratu Hemas juga membahas berbagai agenda yang dilakukannya selama menduduki jabatan sebagai anggota DPD RI.

“Secara pribadi saya salut dengan beliau. Ibu Ratu sangat peduli dengan kondisi masyarakat bawah. Bagaimana agar UMKM bisa maju karena umumnya pelaku UMKM dimulai oleh orang-orang bawah yang hendak memperbaiki taraf hidup,” beber ABM yang saat ini membina sedikitnya 1000 pelaku UMKM.

Selain UMKM, ABM yang fokus menggarap pengembangan ekonomi kerakyatan juga sedang membina sekitar 1000 petani. Para petani ini digiring dengan bertani secara modern. (rls)

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!