Radar Selatan

Gowa

Silariang Salah Satu Penyebab Kematian Ibu Melahirkan

Sekkab Gowa, H Muchlis saat menyampaikan dampak Siliriang yang menjadi salah satu penyebab kematian ibu melahirkan

GOWA, RADAR SELATAN.CO.ID –Silariang atau kawin lari merupakan salah satu penyebab terjadinya kematian bagi ibu melahirkan di kabupaten Gowa.

Hal ini disampaikan Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Gowa, H Muchlis saat menghadiri acara Sosialisasi Diseminasi Hasil Kajian Dampak Kependudukan Tahun 2018, di Hotel D’ Green, Selasa (9/10) lalu.

Menurutnya, terjadinya kematian ibu melahirkan karena Silariang atau kawin lari karena pasangan yang melakukan hal tersebut takut untuk memeriksakan kehamilannya kepada dokter.

“Penyebabnya karena malu untuk bertemu dengan masyarakat luas. Sehingga jika terjadi hal yang membahayakan bagi calon ibu itu tidak diketahui,” ujarnya.

H.Muchlis mengatakan, hal ini harus diminimalisir, utamanya di desa-desa yang telah berdiri kampung KB.

“Telusuri kalau ada warga silariang utamanya yang ada di Kampung KB,” katanya.

Dirinya juga berharap, melalui kampung KB yang kini tersebar di 27 desa di Kabupaten Gowa mampu meningkatkan derajat ekonomi masyarakat prasejahtera di daerah ini.

Untuk itu berbagai bantuan bisa diberikan seperti perbaikan rumah tidak layak huni atau bantuan kecukupan pangan.

Apalagi banyak program-program dari pusat maupun program lintas SKPD yang bisa disinergikan untuk kemajuan kampung KB.

Dia berharap kesuksesan cerita kampung KB di negara maju seperti Jepang dapat terulang di kampung KB yang ada di Gowa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gowa, Sofyan Daud mengatakan, permasalah kependudukan mencakup beberapa aspek yaitu jumlah pendudum, laju pertumbuhan penduduk, angka kelahiran, angka kematian ibu dan bayi, serta mobilitas penduduk yang terkait dengan sebaran penduduk, urbanisasi, dan transmigrasi.

Menurtunya, data dinas kependudukan tahun 2017 menunjukkan jumlah penduduk di Kabupaten Giwa sebesar 752.886 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 399 jiwa/km2 dan TFR sebesar 2,22.

Ini berarti lanjut Sofyan, berarti rata-rata jumlah anak yang dilahirkan seorang wanita yang berstatus kawin atau pernah menikah selama usia reproduksi14-49 tahun sebesat 2 sampai 3 anak.

“Karena itu diperlukan upaya pengendalian penduduk salah satunya kampung KB dimana pengelolaannya melibatkan semua unsur guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya (*) Hendra.

 

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!