Radar Selatan

Hot News

SIM Online Terkendala Jaringan Internet

Kasat Lantas Polres Bulukumba, AKP I Made Suarna

Mobil Pelayanan SIM Hanya Dipajang

BULUKUMBA, RADARSELATAN.CO.ID — Mobil Pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) sejak diluncurkan di awal 2018 lalu belum juga dioperasikan hingga kini. Mobil tersebut hanya menjadi hiasan atau “belo-belo” di Kantor Satlantas, bukan menjadi solusi untuk peningkatan pelayanan.
Kasat Lantas Polres Bulukumba, AKP I Made Suarna kepada awak media menjelaskan, kendala utama pihaknya adalah modem sebagai akses penting untuk pelayanan SIM cepat belum dimiliki oleh pihaknya. Seperti yang diketahui, mendekatkan pelayanan di masyarakat tidak dapat diwujudkan tanpa adanya akses internet.

“Itu sudah saya periksa dan kita memang ada kendala jaringan karena modem yang digunakan itu modem khusus. Itu langsung terhubung ke Korlantas,” ungkap I Made Suarna saat menggelar kopi morning di salah satu warung kopi di Bulukumba, Selasa, 8 Januari 2019.
Meski demikian, I Made mengaku akan mencari solusi agar dapat mengoperasikan kendaraan tersebut. Pihaknya akan melakukan berkoordinasi dengan Korlantas untuk mendapatkan sambungan jaringan.

“Kita akan berkoordinasi untuk mengoperasikan mobil itu, cuma kita belum bisa memberikan kepastian kapan akan kita fungsikan,” terangnya.
Sementara khusus untuk pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara online sudah dilakukan sejak Januari tahun ini.
Sejumlah kendala yang dialami, di antaranya jaringan internet yang kadang error.
I Made mengaku, pihaknya membutuhkan waktu untuk penyesuaian. Pelayanan diharapkan dapat lebih memudahkan, namun tidak dipungkiri sejumlah kendala masih ditemukan.
“Memang ada kekurangan tapi kita benahi. Baru kita pelajari pelayanan secara online di sini dan kendalanya kan jaringan dan itu bisa kita atasi,” ujar AKP Made Suarma.

Kasatlantas asal Bali itu menjelaskan, pelayanan SIM secara online terintegrasi dengan Korlantas dan Dukcapil. Data pemohon secara otomatis akan muncul jika menggunakan e-KTP. Tes teori selanjutnya akan dilakukan secara online. Jika tidak lulus tes, maka secara otomatis SIM tak tercetak.
“Jadi soal yang akan dijawab semua dari Korlantas. Jadi pemohon mengklik registrasi secara otomatis muncul soal,” jelasnya.
Agar memudahkan kelulusan, pihaknya berjanji untuk lebih gencar melakukan edukasi melalui sosialisasi. Tahap awal dilakukan melalui rekan-rekan jurnalis yang diharapkan ikut mengedukasi melalui karya jurnalistiknya.
Untuk menakar efesiensi pelayanan secara online, pihaknya akan membuka pelayanan aduan. Upaya tersebut untuk mengetahui sejauh mana respons dan tingkat kepuasan masyarakat menerima pelayanan secara online.

Meskipun permohonan pembuatan SIM ataupun perpanjangan telah online, namun untuk pembayaran masih offline seperti sebelumnya. Sekadar diketahui, biaya pemohon SIM A Rp 120.000 dan perpanjangan Rp 80.000. Sedangkan SIM C pembuatan baru Rp 100.000 dan perpanjangan Rp 75.000. Untuk tambahan biaya, kesehatan Rp 25.000 dan asuransi Rp 30.000. (jar/has)

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!