Talud di Pantai Merpati Ambruk

by
TANGGUL SEMENTARA. Pasca ambruknya proyek talud, pihak rekanan memasang tanggul sementara berupa tumpukan karung berisi pasir untuk mengantisipasi terkikisnya jalanan akibat hantaman ombak saat air laut pasang.

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Proyek talud di Kawasan Pantai Merpati di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba sudah ambruk.

Dari informasi warga sekitar, Selasa, 14 Januari 2020, ambruknya proyek talud yang sepaket dengan proyek laston itu akibat diterjang ombak.

Padahal, proyek yang menelan anggaran hingga Rp 6,6 miliar itu belum sebulan rampung. Sebelumnya, proyek jalan yang dikerjakan oleh CV Anika Join Konstruksi ini memang pernah disoroti Komisi C DPRD Bulukumba.

Pasalnya, drainase dan talud tidak diplaster. Selain itu, masa pengerjaan juga melewati batas waktu alias menyeberang tahun.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bulukumba, Rudy Ramlan yang dikonfirmasi mengaku telah meninjai langsung lokasi kerusakan.

“Kita juga telah meminta agar dipasang tanggul sementara dulu, berupa tumpukan karung berisi pasir untuk mengantisipasi terkikisnya jalanan akibat hantaman ombak saat air laut pasang,” kata Rudy Ramlan.

“Ke depannya kita akan berkoordinasi dengan PSDA untuk memasang Bronjong, melihat daerah tersebut sangat dekat dengan bibir pantai,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh mantan Kadis Kominfo ini, jika malam hari, gelombang laut di wilayah itu memang besar akibat pasang.

Bahkan, kata dia, hempasan air laut bisa sampai ke pusat kuliner Dinas Perikanan yang tak jauh dari lokasi itu.

Sekadar diketahui, anggaran proyek tersebut bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) Dinas PUPR Bulukumba.

Sesuai dengan penjelasan PPK, yang disampaikan oleh Rudy Ramlan, pihak rekanan telah membuat surat pernyataan terkait keterlambatan pelaksanaan proyek ini.

Karena pelaksanaan pekerjaan telah berakhir masa kontraknya pada Desember 2019. “Sesuai kontrak, pihak rekanan diberikan waktu 50 hari untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dan rekanan juga akan membayar denda keterlambatan pelaksanaan pengerjaan,” jelas Rudy, melalui pesan WhatsApp. (faj-ewa/has