Radar Selatan

Hot News

Terdampak Gempa, Toko Ramayana di Palu Rugi Rp 50 Miliar

Fadhly Fauzi Rachman

JAKARTA, RADAR SELATAN.CO.ID – Gempa berkekuatan 7,7 Magnitoludo di Donggala, yang disusul dengan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, pada 28 September 2018 lalu telah meluluhlantakkan Mal Tatura yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Palu.

Sebagai salah satu tenant di dalam mal tersebut, Ramayana Department Store pun turut merasakan dampaknya. Ramayana Department Store di Mal Tatura merupakan satu-satunya store Ramayana yang ada di wilayah Palu.

Akibat bencana alam ini, kerugian yang dialami Ramayana Department Store diperkirakan mencapai Rp 50 miliar.

“Estimasi kerugian yang kami alami mencapai Rp 50 miliar. Namun untuk saat ini, kami lebih mengutamakan keselamatan para karyawan yang ada di Ramayana Palu. Syukurlah, seluruh karyawan yang berjumlah 216 orang selamat. Hanya ada tiga orang karyawan yang mengalami luka-luka, tapi sudah bisa ditangani dengan baik,” ungkap Corporate Secretary Ramayana Setyadi Surya dalam keterangannya, Selasa (2/10/2018).

Sesaat setelah bencana terjadi, manajemen kantor pusat Ramayana mengupayakan tindakan tanggap darurat. Manajemen berkoordinasi langsung dengan karyawan yang berada di Palu, terutama untuk mengetahui situasi dan kondisi saat itu.

“Kami langsung menghubungi pihak store di Palu untuk memastikan semua karyawan selamat. Kami juga mengirimkan bantuan kepada seluruh karyawan dan keluarga mereka. Kondisi di sana saat ini masih rentan terhadap gempa. Lingkungan pun kurang kondusif dengan isu penjarahan yang marak diberitakan,” jelas Setyadi lagi.

Selain menyalurkan bantuan terhadap karyawan, Ramayana pun turut serta memberikan donasi kepada masyarakat Palu lainnya yang menjadi korban gempa. Ramayana memberikan bantuan berupa mi instan, biskuit, air mineral, pembalut, selimut, tikar, air mineral, serta peralatan makan.

“Kami berharap Palu cepat pulih seperti sebelumnya dan roda perekonomian kembali berjalan baik. Semoga Ramayana dapat kembali melayani pelanggan seperti sedia kala,” tutup Setyadi.

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!