Radar Selatan

Bulukumba

Tumbuhkan Nasionalisme, Ini Yang Dilakukan Siswa SMPN 42 Dihari Pahlawan

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2018, diisi berbagai pihak dengan baragam  kegiatan. Seperti yang dilakukan ratusan Siswa SMP Negeri 42 Bulukumba yang terletak di Desa Bonto Lohe, yakni menggelar karnaval.
Informasi yang dihimpun RADAR SELATAN, kegiatan karnaval tersebut belangsung pada pagi hari hingga siang hari, baik guru dan staf SMPN 42, ratusan siswa antusias menyemaratkan kegiatan tersebut, itu terlihat dari pakaian yang dikenakan oleh para siswa dan guru yang berbusana ala masyarakat pada zaman penjajahan.
Tidak hanya bepakaian ala petani sambil membawa alat pertanian, namun beberapa diantara siswa juga berpakaian medis dan TNI sambil mengibarkan bendera merah putih.
Kepala Sekolah SMPN 42 Bulukumba, Idha Haryani mengatakan kalau kegiatan tersebut untuk memperingati hari pahlawan sekaligus bertujuan  menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme para generasi  muda di daerah ini.
“Kita ingin mengajak siswa seakan masuk di zaman itu merasakan menjadi masyarakat pada zaman penjajahan. Paling tidak ini bisa memberikan gambaran kapada anak anak kita bahwa kurang seperti inilah kondisi yang dialami pendahulu kita para moyang kita,”jelasnya.
Staf SMPN 42 Bulukumba Amrullah Husain menambahkan pada karnaval itu, seluruh siswa maupun guru berjalan berkeliling Desa Bonto Lohe.
“Sembari kita ceritakan sejarah desa Bonto Lohe dan mengajak anak -anak untuk cinta desa ini, Cinta Bulukumba dan Indonesia. Pengetahuan sejarah harus selalu diberikan untuk meneguhkan semangat nasionalisme,”paparnya.
Terpisah, Tokoh Pemuda Desa Bonto Lohe, Lili  Hartono mengapresiasi kegiatan yang dilakukan pihak sekolah SMP Negeri 42 Bulukumba. Menurutnya kegiatan tersebut dapat menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat kepahlawanan didalam diri setiap siswa.
“Merekalah (Siswa SMPN 42) pelanjut dan harapan bangsa dimasa mendatang. Sangat harus dibekali pemahaman sejarahan ditengah himpitan arus moderisasi, makanya perlu di bentengi pengetahuan kesejarahan agar terpatri jiwa nasionalisme. Apa yang dilakukan pihak sekolah sangat menginspirasi,” paparnya.

Berita Populer

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!