1.531 Jamaah Batal Naik Haji


* Biaya Perjalanan Haji Boleh Diambil

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Menteri Agama Fachrul Razi resmi membatalkan keberangkatan jamaah haji tahun 2020.

Pandemi virus corona (Covid-19) menjadi alasan peniadaan keberangkatan jamaah haji tahun ini. Peniadaan keberangkatan diputuskan melalui Keputusan Menteri Agama nomor 494 tahun 2020.

Di Sulsel tercatat sebanyak 7.272 calon jemaah haji harus terkena dampak dari putusan Pemerintah Republik Indonesia tersebut.

“Keputusan penundaan ini berefek pada penundaan ribuan calon jemaah haji asal Sulsel yang rencananya berangkat tahun ini. Tidak hanya itu, penundaan ini juga berefek pada mundurnya daftar tunggu keberangkatan untuk setahun ke depan,” kata Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulsel, Anwar Abubakar, Selasa, 2 Juni 2020.

Dari data yang dihimpun RADAR SELATAN, sebanyak 1.531 calon jamaah haji dari lima kabupaten di Sulsel harus kecewa karena tahun ini tidak bisa menunaikan rukun Islam tersebut akibat pandemi covid-19.

Kelima kabupaten itu yakni Sinjai 182 jamaah, Bulukumba 403 jamaah, Bantaeng 231 jamaah, Gowa 598 jamaah dan Selayar 117 jamaah.

Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan jamaah haji 2020. Keputusan ini berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia.

“Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan jamaah haji pada 2020 atau tahun 1441 Hijriah,” kata Menteri Agama dalam jumpa pers, Selasa, 2 Juni 2020.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai, H. Abd Hafid M Talla, meminta kepada seluruh calon jemaah haji Kabupaten Sinjai tahun 1441 H/ 2020 M untuk menerima keputusan pemerintah dengan lapang dada dan mengembalikan sepenuhya kepada Allah Sang Maha Penentu segalanya.

“Saya yakin bahwa pandemi corona yang menimpa dunia saat ini termasuk di negara kita adalah bagian ketetapan Allah yang berimbas kepada tertundanya pemberangkatan ibadah haji tahun ini,” kata H. Abd Hafid.

Oleh karena itu, Abdul Hafid berharap kepada seluruh calon jemaah haji untuk tetap bersabar dan berdoa dengan penuh semangat dan tetap menjaga kesehatan agar tahun berikutnya dapat diberangkatkan.

“Saya yakin saudara-saudara pasti kecewa atas keputusan pemerintah, apalagi semua proses telah kalian laksanakan sesuai tahapannya, tapi sebagai orang yang beriman, tentu segala yang menimpa kita semuanya berdasar kepada ketetapan Allah SWT,” imbuhnya.

Bagi Calon Jamaah Haji (CJH) yang telah melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) diberikan dua opsi.

Pertama yakni boleh diklaim kembali dengan ketentuan harus lakukan pelunasan nantinya jika hendak dipersiapkan berangkat. Opsi kedua, yaitu tidak diambil.

“BPIH tergantung jamaah. Bisa diambil dengan ketentuan ada pelunasan nantinya. Kemudian opsi kedua tidak diambil namun itu istilahnya lunas tunda berangkat,” kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Bantaeng, Muhammad Arfah Rapi, Selasa, 2 Juni 2020.

Dia juga menjelaskan bahwa proses perjalanan jamaah haji tetap berjalan sembari menunggu keputusan dari pemerintah pusat. (*)