Banjir Bandang di Jeneponto: 10 Meninggal Dunia, 100 Hilang

by

JENEPONTO, RADARSELATAN.CO.ID — Banjir bandang di Kabupaten Jeneponto memporak-porandakan sejumlah wilayah. Data terbaru yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto pukul 12.52 Wita Kamis, 24 Januari 2019, korban meninggal tercatat 10 orang.

“Data sementara, sudah ada 10 orang yang dinyatakan meninggal dan telah kembalikan ke pihak keluarga,” kata Kepala BPBD Jeneponto, Anwaruddin, Kamis, 24 Januari 2019.
Khusus jumlah orang hilang akibat banjir, lanjut Anwaruddin, data sementara sebanyak 100 orang. Jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah.

Meski demikian, pihak BPBD masih kesulitan melakukan pendataan karena terbatasnya perahu karet untuk melakukan pencarian korban.

Banjir bandang ini juga membuat 52 rumah hanyut dan 38 rusak berat. Termasuk infrastruktur umum, akses jalan desa dan kecamatan yang putus.

“Sementara ini ada dua alat berat yang kita turunkan untuk membuka akses jalan tertutup,” kata Anwaruddin.

Dari data yang diterima, bencana banjir bandang di Kabupaten Jeneponto terjadi di sepuluh kecamatan. Di Kecamatan Turatea dilaporkan salah satu jembatan penghubung Desa Mangepong dan Bontomate’ne terputus dibawa air dan puluhan rumah tenggelam.

Di Kecamatan Tamalatea, khususnya Dusun Tamanroya dan Boyong, Kelurahan Tonro Kassi Timur, air sempat mencapai atap rumah penduduk. Sejumlah kios yang berada di Boyong semuanya tenggelam.

Pasar Tamanroya dengan ratusan lapak tersebut ikut tenggelam. Warga pun terpaksa mengungsi.

Banjir terparah di Kecamatan Binamu, Tamalatea, Bontoramba, Turatea. Ratusan rumah warga terendam. (has)

Loading...